Sinoeng Nugroho Rachmadi. Foto: she

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Menyusul adanya penyakit Corona di China dan adanya perintah dari pemerintah untuk melakukan penundaan kedatangan wisatawan dari negara tersebut ke Indonesia, tidak berpengaruh signifikan terhadap sektor pariwisata di Jateng.

Pasalnya, menurut Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Sinoeng Nugroho Rachmadi, jumlah kunjungan wisatawan dari China ada pada posisi ke tujuh dalam jumlah kunjungan ke Jateng pada tahun 2019.

Angka ini, di bawah kunjungan wisatawan asing dari Perancis (16%), Belanda (10,10%), Malaysia (9,80%), Inggris (5,70%), Jerman (5,40%) dan Thailand (5,40) dari total jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di tahun 2019 yang ke Jateng sebanyak 691.000 orang.

Di satu sisi, kunjungan orang China ke Jateng pada saat ini, yang ditunda adalah untuk pertemuan dan rapat serta ekspo. Bukan untuk berlibur, karena memang bukan musim liburan. ‘’Musim liburan biasanya bulan Agustus mendatang,’’ jelasnya, kepada wartawan, Rabu (5/2/2020).

Adapun ‘penolakan’ wisatawan dari China dilakukan dua minggu lalu, yang melalui Bandara Adi Sumarmo Solo, sebanyak 178 orang. Mereka rencananya akan melakukan meeting dan ekspo.

‘’Kita masih menunggu terhadap dicabutnya penundaan kedatangan dari wisatawan China. Dengan adanya ini kita patuh. Untuk promosi di China, kita lakukan penjadwalan ulang nantinya,’’ jelasnya.

Di satu sisi, saat ini Jateng tengah mempromosikan kunjungan wisatawan dari Negara-negara Timur Tengah, seperti Turki dan sekitarnya – yang saat ini kunjungannya baru 0,3% saja.  Total target tahun ini jumlah kunjungan wistawan mancanegara adalah 850.000 orang masuk Jateng.

Sedangkan kunjungan yang jadi favorit di Jateng adalah Borobudur, Prambanan, dan Kota Lama serta yang lainnya.  ‘’Yang cukup mengejutkan,  kawasan Kota Lama di Semarang kini makin diminati turis,’’ jelasnya. She

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here