Pemkot Semarang Sediakan Konsultasi Dokter Gratis Antisipasi Corona

Walikota Semarang Hendrar Prihadi berjabat tangan dengan para pegawai. Foto: Ugl


SEMARANG (Jatengdaily.com) – Isu penyebaran virus corona atau Covid-19 yang beredar di masyarakat akhir-akhir ini mendorong seluruh pihak untuk bekerja lebih keras untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat. 

Tak terkecuali Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi yang mengupayakan agar kondisi wilayah yang dipimpinnya tetap kondusif. Salah satunya, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu pun menyediakan layanan konsultasi dokter gratis secara online.

Adapun masyarakat di Ibu Kota Jawa Tengah ini, dapat berkonsultasi dengan dokter yang ada di Dinas Kesehatan Kota Semarang melalui aplikasi pesan singkat Whatsapp, Telepon, atau aplikasi android.

Secara detail, masyarakat Kota Semarang cukup menghubungi Nomor Whatsapp 081-129-00-132 untuk langsung menanyakan terkait virus Corona. Atau, bila tidak memiliki aplikasi pesan singkat tersebut, masyarakat juga dapat menelepon nomor call center 1500-132 untuk berkonsultasi secara langsung. 

Tak hanya itu, aplikasi android ‘Konter Semarang’ pun dapat diunduh di Google Play Store. Tersedianya layanan tersebut dirasa penting agar masyarakat mendapatkan informasi yang tepat dan tidak panik dalam menghadapi isu penyebaran virus Corona.

“Penyebaran virus ini memang relatif cepat, bermula dari kota Wuhan China yang kemudian menyebar ke negara-negara lain. Kami Pemerintah Kota Semarang harus menstabilkan kondisi chaos ini,” tegas Wali Kota Semarang tersebut. 

“Masyarakat harus tetap tenang, kewaspadaan wajib ditingkatkan tetapi jangan panik. Pemerintah dari pusat, provinsi, sampai kota berupaya mengantisipasi kekhawatiran yang ada di masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Hendi selaku Wali Kota Semarang juga meminta bantuan kepada ratusan guru di Kota Semarang untuk dapat ikut mensosialisasikan pola hidup sehat di masyarakat. 

“Mari bergerak bersama mengingatkan masyarakat untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat. Hindari kontak yang tidak perlu, rajin – rajin mencuci tangan setelah beraktifitas dan berinteraksi di luar,” pesan Hendi.

“Sosialisasikan hal ini dalam setiap kesempatan. Jangan sampai warga panik, karena jika panik yang kemudian muncul bukanlah solusi melainkan kondisi kacau, seperti kemudian memborong masker berlebihan padahal belum tentu perlu. Jika demikian maka untung bagi sekelompok kecil dan rugi bagi masyarakat luas.  Tidak ada masker tidak masalah sepanjang kita sehat,” imbaunya, Rabu (4/3)

Di sisi lain Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam menyebutkan bahwa, cara pencegahan bisa dilakukan dengan sejumlah upaya. 

“Misalnya tidak bersalaman, menghindari kontak fisik, cuci tangan pakai sabun, antiseptik atau alkohol setelah beraktifitas, serta tidak berinteraksi langsung dengan orang yang baru bepergian dari daerah endemis,” tutur Hakam.

Saat ini di Kota Semarang sendiri belum ditemukan adanya kasus pasien yang positif terinfeksi virus Corona atau Copid-19. Namun Pemerintah Kota Semarang terus meningkatkan kewaspadaan dengan secara masif mensosialisasikan dan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait Virus Corona dan bagaimana penyebaran serta pencegahannya. 

Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Kesehatan Kota Semarang telah berkoordinasi dengan pihak RSUP Dr Kariadi yang menjadi satu-satunya rumah sakit di Kota Semarang untuk melakukan penanganan jika ada pasien yang dicurigai terjangkit virus Corona. Ugl–st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here