Oleh: Dwi Indriastuti Y, S.ST, MM
Statistisi Pertama BPS Provinsi Jawa Tengah
TINGGAL terlalu lama di rumah selama masa pandemi COVID-19 tentu saja menimbulkan rasa bosan tingkat dewa dan rasa jenuh tingkat akut. Tidak hanya bagi anak-anak, orang dewasa pun merasakan hal yang sama. Hal ini disebabkan kekhawatiran di masyarakat akan virus corona yang semakin merajalela. Jumlah pasien positif COVID-19 yang tiap hari semakin bertambah, membuat masyarakat semakin takut untuk mengunjungi tempat-tempat wisata/piknik.
Ketakutan dan kekhawatiran masyarakat membuat sektor pariwisata seakan terjun bebas. Tidak hanya kunjungan wisatawan domestik, kunjungan wisatawan mancanegara turun drastis selama masa pandemi. Menurut data Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah, selama dua bulan terakhir (Mei-Juni) tidak ada kunjungan wisatawan mancanegara sama sekali ke Jawa Tengah.
Hal ini dimaksudkan untuk menekan penyebaran virus Corona yang dikemungkinan dibawa oleh wisman. Akibatnya membuat tingkat penghunian kamar hotel di Jawa Tengah semakin menurun, okupansi hotel yang pada masa normal mencapai 40 sampai 50 persen, pada masa pandemi hanya sebesar 10 hingga 20 persen saja.
Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling terdampak oleh pandemi virus COVID-19 ini. Oleh karena itu wisatawan domestik diharapkan mampu mendongkrak sektor pariwisata untuk saat ini, mengingat belum dibukanya kembali penerbangan dari luar negeri yang akan masuk ke Jawa Tengah.
Kunjungan wisatawan mancanegara diperkirakan baru akan diperbolehkan masuk kembali ketika virus ini sudah mulai memasuki fase penurunan yaitu diperkirakan pada akhir Novermber atau Desember mendatang oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Memasuki era new normal ini, mulai banyak destinasi wisata di Jawa Tengah yang sudah kembali dibuka namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah. Beberapa objek wisata baik wisata alam, wisata budaya, maupun religi sudah dibuka kembali selama masa new normal di Jawa Tengah seperti Candi Borobudur, Candi Gedong Songo, Baturraden, Dieng, Kota Lama, Lawang Sewu dan sebagainya.
Hal ini dimaksudkan untuk menyelamatkan sektor pariwisata yang sedang mati suri. Seperti kita ketahui sektor pariwisata merupakan salah satu program prioritas nasional saat ini, dan sektor yang memiliki multiplier efek yang sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi.
Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu takut atau panik secara berlebihan. Patuhi protokol kesehatan seperti tetap menggunakan masker, mencuci tangan sesering mungkin, menghindari kerumunan dan selalu menjaga jarak, serta tetap waspada selama berwisata dapat mencegah penularan virus COVID-19 ini. Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan domestik, diharapkan sektor pariwisata bisa mendapatkan udara segar agar bisa bernafas kembali. Yuk piknik, gak perlu panik. Jatengdaily.com-yds
