PT KAI dibantu Satpol PP, Polsek dan Koramil Kecamatan Mranggen, Demak. membongkar paksa bangunan liar di sekitar Stasiun Brumbung. Foto: she

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Sedikitnya 14 permukiman liar berupa bangunan tidak permanen, yang berdiri di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 4 Semarang, di Desa Kembangarum, Kecamatan Mranggen, atau di sekitar Stasiun Brumbung dibongkar, Senin (10/2/2020).

Pembongkaran dilakukan oleh tim yang terdiri dari petugas KAI, Satpol PP, Polsek dan Koramil Kecamatan Mranggen, Demak. 

Kepala Humas PT KAI Krisbiyantoro mengatakan, awalnya, pihaknya telah memberi peringatan lewat surat peringatan, dan mereka diminta membongkar sendiri. Mereka menempati lahan seluas sekitar 1.736 meter persegi milik PT KAI.

Bahkan tidak hanya untuk tempat tinggal, namun di sini juga sebagai tempat prostitusi. Sehingga, meresahkan warga. Mereka mendirikan bangunan dari papan dan kayu serta atap dengan seng. Bangunan tak permanen ini, didirikan mulai akhir tahun 2019, dan jumlahnya bertambah menjadi 14.

‘’Kami telah member peringatan, namun mereka tidak mengindahkan. Sehingga, kami bongkar paksa hari ini,’’ jelasnya.

Setelah dilakukan pembongkaran, lahan tersebut akan dijadikan sebagai pengembangan usaha untuk angkutan barang dan perluasan pergudangan PT KAI Daop IV.

Dul Muntolib, Kasi Trantib Kecamatan Mranggen, Demak,  mengatakan, sebagian besar dari penghuni liar tersebut berasal dari luar kota, misalnya dari Purwodadi. ‘’Kami bersama tim melakukan pembongkaran, karena memang mereka mendirikan bangunan tanpa ijin dan di lahan milik KAI,’’ jelasnya.

Sarengat,  Wakapolsek Mranggen, mengatakan, prostitusi di kawasan ini, termasuk penyakit masyarakat dan sudah seharusnya diberantas. Jika dibiarkan, dikhawatirkan akan bertambah banyak. ‘’Kami mendukung upaya PT KAI,’’ jelasnya. she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here