MAGELANG (Jatengdaily.com) – Menyusul status Siaga Gunung Merapi, sebagian warga di daerah rawan bencana di Kabupaten Magelang mulai mengungsi Jumat (6/11/2020).
Pengungsian menggunakan konsep sister village atau desa bersaudara. Jadi warga yang berada di daerah rawan bahaya bencana Merapi diungsikan ke des-desa penyangga.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edy Susanto mengatakan, warga dari Desa Paten bisa mengungsi ke Desa Banyurojo di Kecamatan Mertoyudan, warga Desa Ngargomulyo bisa mengungsi ke Tamanagung di Kecamatan Muntilan, dan warga Desa Krinjing bisa mengungsi ke Desa Deyangan di Kecamatan Mertoyudan.
Update pihak BPBD Kabupaten Magelang melalui akun twitternya menyebut, hingga Jumat (6/11/2020) pukul 13.00 WIB pengungsi kelompok rentan dari Desa Krinjing, Kecamatan. Dukun menuju pengungsian Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan yaitu sejumlah 124 orang pengungsi.
Sementara itu, pengungsi kelompok rentan dari Desa Paten, Kecamatan Dukun menuju pengungsian Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan yaitu sejumlah 326 orang pengungsi.
Warga yang mengungsi utamanya mereka yang termasuk dalam kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, orang sakit, warga lanjut usia, dan penyandang disabilitas. Mereka menuju ke tempat pengungsian dengan dikawal ambulans, pihak Polsek dan Koramil. yds
