Terkena Banjir, Petani Tambak Udang dan Bandeng Merugi

Ratusan rumah di Dusun Sidomulyo Desa Pesantren, Kecamatan Ulujami, Pemalang terendam banjir. Ketinggian air dari 40 cm hingga mencapai 1,4 meter di lokasi terparah, Kamis (20/2/2020). Foto: wing

PEMALANG (Jatengdaily.com)– Banjir yang menerjang Dukuh Sidomulyo, Desa Pesantren, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, juga merendam ratusan hektare tambak ikan bandeng. Petani tambak pun mengalami kerugian yang tidak sedikit.

Kepala Desa Pesantren Kecamatan Ulujami Nurohim mengatakan di desanya ada sekitar 400-an hektare tambak ikan bandeng yang terendam. Akibatnya, ikan-ikan tambak pun tak bisa dipanen.

“Kalau ditaksir kerugiannya antara 40-59 persen,” ujarnya, Senin (24/2/2020).

Dia merinci kerugian per hektare diperkirakan mencapai Rp10 juta. Sehingga jika dikalkulasi mencapai Rp 4 miliar. Tambak-tambak itu sebagian besar berada di pesisir Dukuh Sidomulyo.

“Kalau yang udang vaname tidak kebanjiran, karena posisinya lebih tinggi,” kata Nurohim

Umur ikan bandeng, lanjutnya, berkisar antara 5-6 bulan. Untuk ikan yang sudah berumur, para pemilik tambak segera menjualnya, daripada nanti terkena banjir lagi.

Menurutnya, banjir tahun ini masih mendingan dibanding tujuh tahun sebelumnya. Saat itu, papar dia, ratusan hektare tambak milik petani hilang.

Tidak hanya tambak ikan bandeng, tambak udang vaname juga terendam banjir. “Itu sekitar tahun 2013 lalu,” pungkasnya. wing-she

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version