CEPU Jatengdaily.com) – Pusat Pengembangan SDM (PPSDM) Migas merupakan institusi dibawah BPSDM ESDM berperan aktif meningkatkan SDM Migas, menjawab isu-isu strategis yang berkembang dan mendukung kebijakan nasional serta memperhatikan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011-2025 (MP3EI).
Berkaitan hal itu PPSDM Migas menyelenggarakan Program Dikat bantuan Masyarakat berdasarkan keterangan Permen ESDM nomor 36 tahun 2015 tentang Bantuan Diklat dan Beasiswa bidang ESDM.
PPSDM Migas membuka 6 (enam) pelatihan yang ditujukan kepada 11 daerah – daerah yaitu Kabupaten Cilacap, Kabupaten Blora, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Tuban, Kabupaten Natuna, Kabupaten Sorong, Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Seram Bagian Timur dan Kabupaten Maluku Barat Daya dengan tiga (3) judul pelatihan yaitu OPA Unit Forklift, Operator Scaffolding, dan Teknik Listrik Migas Tingkat Teknisi Sistem Utilitas dengan total 75 peserta.
Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda menjelaskan bahwa Natuna adalah salah satu daerah penghasil migas tetapi sampai saat ini kegiatan migas itu semunya offshore sehingga tidak ada kegiatan di daratan sehingga tenaga kerja migas Natuna agak sulit untuk diterima dan berpartisipasi menjadi tenaga kerja di bidang migas.
“Maka ke depan kami akan mengusahakan bagaimana ada kegiatan migas itu di darat seperti kegiatan supporting untuk offshore. Sebelum itu terjadi kami harus menyiapkan SDM ketika nanti kita tidak jadi penonton di daerah sendiri karena kelemahan kita sendiri,” ungkap Huda.
“Oleh karena itu kami berterima kasih kepada Kepala PPSDM Migas yang telah mengikut sertakan anak – anak dari Kabupaten Natuna. Ke depan kami juga berharap kami bisa datang lagi ke sini tidak hanya mengikuti pelatihan – pelatihan dasar tetapi juga mengikuti pelatihan untuk tenaga teknisi dan operator bahkan untuk manajemen sehingga nantinya kita dapat berpartisipasi pada keseluruhan operasi kegiatan migas. Pesan saya kepada anak – anak kami dari Natuna bersungguh – sungguhlah dalam mengikuti pelatihan ini karena industri migas itu membutuhkan orang – orang yang kompeten di industri migas,” lanjutnya.
Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati mengingatkan kepada peserta pelatihan bantuan masyarakat ini untuk memanfaatkan kesempatan sekali seumur hidup ini dengan baik dan bagi gelombang pertama ini hendaknya berusaha dengan keras untuk menjadi contoh bagi gelombang berikutnya karena di luar sana ada banyak SDM yang menginginkan sekali berada di sini mengikuti pelatihan ini.
“Saya ingatkan sekali lagi bagi anak – anakku yang mengikuti pelatihan ini untuk bersungguh– sungguh mengikuti pelatihan ini.Manfaatkan dengan sebaik – baiknya baik itu ketika berada di kelas maupun ketikan praktek di lapangan. Tak lupa juga saya mengajak Bapak Wakil Bupati Natuna untuk bersama – sama berjuang meningkatkan SDM lokal industri migas sehingga ketika bisa ikut berperan serta dalam pembangunan dan peningkatan SDM lokal,” jelasnya. yds
