Home News Awan Panas Merapi Meluncur Berkali-kali, Sebagian Boyolali dan Magelang Hujan Abu

Awan Panas Merapi Meluncur Berkali-kali, Sebagian Boyolali dan Magelang Hujan Abu

Gunung Merapi meluncurkan awan panas Minggu (8/8/2021). Foto: dok.BPPTKG

BOYOLALI (Jatengdaily.com) – Gunung Merapi beberapa kali meluncurkan awan panas sepanjang hari Minggu (8/8/2021). Bahkan pada hari Sabtu (7/8/2021) awan panas guguran Merapi sudah meluncur pukul 22.08 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 65 mm dan durasi 136 detik. Jarak luncur 1.500 m ke arah barat daya.

Setelah itu meluncur lagi pada pukul 02.32 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 36 mm dan durasi 104 detik. Jarak luncur 1.100 m ke arah barat daya. Sedangkan pukul 04.20 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 35 mm dan durasi 180 detik. Jarak luncur 2.000 m ke arah barat daya.

Awan panas Merapi kembali meluncur pukul 4.58 WIB dengan amplitudo maksimal 20 mm dengan durasi 222 detik. Jarak luncur terjauh ±3.000 m ke arah barat daya (Kali Bebeng). Angin bertiup ke barat. Teramati kolom asap setinggi 1.000 m di atas puncak.

Pukul 7.29 WIB awan panas Merapi tercatat di seismogram dengan amplitudo 47 mm dan durasi 161 detik. Jarak luncur 1.800 m ke arah barat daya. Kolom asap teramati setinggi 800 m di atas puncak condong ke barat. Pukul 7.46 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 38 mm dan durasi 77 detik. Jarak luncur 1.000 m ke arah barat daya (Kali Bebeng). Kolom asap teramati setinggi 500 m di atas puncak condong ke barat.

Sedangkan pada pukul 8.32 WIBawan panas Merapi kembali meluncur terekam di seismogram dengan amplitudo 64 mm dan durasi 142 detik. Jarak luncur 1.700 m ke arah barat daya.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) sebelumnya menyebutkan awan panas guguran yang meluncur dari Gunung Merapi, pada Minggu pagi memicu hujan abu tipis di sejumlah wilayah lereng gunung itu.

“Terjadi hujan abu intensitas tipis di beberapa lokasi setelah kejadian awan panas ini,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida melalui keterangan resminya di Yogyakarta.

Hanik Humaida menyebutkan berdasarkan pendataan sementara hujan abu tipis antara lain terpantau mengguyur wilayah Tlogolele serta Klakah Ngisor di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah serta Kapuhan, Paten, Ngowok, dan Babadan di Kabupaten Magelang, Jateng.

Menurut Kepala Desa Jrakah Kecamatan Selo Boyolali Tumar, hujan abu tipis yang terjadi di Desa Jrakah, Kecamatan Selo hingga Minggu, pukul 11.00 WIB, masih berlangsung, tetapi tidak mempengaruhi warga untuk melakukan aktivitas.

Menurut Tumar, ada empat desa di kawasan lereng Gunung Merapi di wilayah Selo Boyolali yang terkena hujan abu tipis, yakni Tlogolele, Klakah, Lencoh, dan Jrakah. yds

Exit mobile version