Dominasi Gen-Z-Milenial: Modal Wujudkan Kebumen Semarak

Oleh: Dwi Agus Styawan
Statistisi Pertama BPS Kabupaten Kebumen

SENSUS Penduduk 2020 (SP2020) mencatat bahwa pada September 2020 jumlah penduduk Kabupaten Kebumen mencapai 1,35 juta jiwa. Hal yang menarik dari hasil SP2020 berdasarkan perspektif generasi, penduduk Kabupaten Kebumen didominasi oleh Generasi Z dan Milenial.

Generasi Z di Kabupaten Kebumen mencapai 341 ribu jiwa atau 25,30 persen, sedangkan generasi milenial sebanyak 332 ribu jiwa atau sekitar 24,63 persen. Dominasi Generasi Z dan Milenial ini menjadi angin segar bagi pembangunan Kabupaten Kebumen, terlebih bagi Bupati dan Wakil Bupati yang baru saja dilantik beberapa waktu lalu.

Dominasi kedua generasi ini adalah modal awal bagi Bupati dan Wakil Bupati terpilih dalam mewujudkan Kebumen Semarak, yakni Kebumen yang sejahtera, mandiri, dan berakhlak. Namun demikian potensi ini harus dibarengi dengan pembangunan sumber daya manusia, sebab besarnya kuantitas akan sia-sia jika tidak diikuti dengan tingginya kualitas.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengelompokkan generasi berdasarkan pengklasifikasian yang digunakan oleh William H. Frey dalam publikasi “Analysis of Census Bureau Population Estimates” (2020). Generasi Z adalah penduduk yang lahir tahun 1997 – 2012 dengan perkiraan usia saat ini 8 – 23 tahun. Adapun Milenial adalah penduduk yang lahir tahun 1981 – 1996 dengan perkiraan usia saat ini 24 – 39 tahun.

Oleh karena itu dari sisi demografi, generasi milenial merupakan penduduk yang berada pada kelompok usia produktif pada tahun 2020. Generasi milenial ini menjadi modal penting bagi pemerintah untuk menggerakkan roda pembangunan, mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kebumen. Sementara itu, sebagian Generasi Z pada tahun 2020 masih berada pada kelompok penduduk usia belum produktif.

Namun, sekitar tujuh tahun lagi seluruh Generasi Z akan berada pada kelompok penduduk usia produktif. Generasi Z ini lah yang akan menjadi pemimpin sekaligus aktor utama pembangunan pada masa mendatang. Dengan demikian, SP2020 secara tidak langsung menyuguhkan potret bahwa Generasi Z-Milenial merupakan modal berharga pemerintah untuk menciptakan Kebumen yang sejahtera, mandiri, dan berakhlak pada masa kini dan nanti.

Potensi dominasi Generasi Z dan Milenial ini tentu harus diikuti dengan kualitas sumber daya manusia, baik dalam aspek kesehatan, pendidikan, maupun ekonomi. Dalam konteks ini, maka pemerintah harus mulai memfokuskan anggaran pada pembangunan sumber daya manusia dalam setiap aspek tersebut.

Pada dasarnya, menurut United Nation Development Programme (UNDP), pembangunan sumber daya manusia merupakan suatu proses memperluas pilihan bagi penduduk (enlarging people’s choice) untuk memperoleh umur panjang dan sehat, berilmu pengetahuan, serta memiliki akses terhadap sumber daya agar dapat hidup layak. Secara spesifik, UNDP menetapkan empat elemen utama pembangunan sumber daya manusia, yaitu produktivitas, pemerataan, keberlanjutan, dan pemberdayaan.

Indikator untuk melihat sejauh mana capaian pembangunan manusia di suatu wilayah adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM). UNDP menghitung IPM melalui tiga pendekatan dimensi, yakni umur panjang dan sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak. Dimensi umur panjang dan sehat diproksi dengan umur harapan hidup. Dimensi pengetahuan didekati dengan harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah. Adapun dimensi standar hidup layak diproksi melalui pengeluaran per kapita yang disesuaikan.

IPM Kebumen
Berdasarkan metode penghitungan ini, BPS mencatat selama periode 2018 – 2020, IPM Kabupaten Kebumen terus meningkat dari 68,80 menjadi 69,81 dan masuk dalam kategori sedang.

Peningkatan IPM ini perlu kita apresiasi, sebab hal ini menunjukkan keberhasilan Pemerintah Daerah Kabupaten Kebumen dalam memperbaiki kualitas sumber daya manusia. Akan tetapi capaian ini masih menyisakan pekerjaan rumah. Secara umum, IPM Kabupaten Kebumen pada 2020 masih relatif lebih rendah dibandingkan dengan IPM Jawa Tengah yang mencapai 71,87.

Capaian ini juga relatif lebih rendah dibandingkan dengan IPM beberapa kabupaten sekitar, seperti Kabupaten Cilacap, Banyumas, dan Purworejo. Selain itu, apabila dilihat dari ketiga dimensi pembentuk IPM, pekerjaan rumah ini terletak pada dimensi pengetahuan dan standar hidup layak. Pada dimensi pengetahuan, pekerjaan rumah tampak pada rata-rata lama sekolah yang relatif rendah, yakni 7,54 tahun. Hal ini berarti rata-rata penduduk berusia 25 tahun ke atas di Kabupaten Kebumen telah mengenyam pendidikan selama 7,54 tahun atau setara SMP kelas VIII.

Demikian pula dalam dimensi standar hidup layak yang masih rendah dengan pengeluaran sebesar Rp 8,9 juta per kapita per tahun. Pengeluaran per kapita pada tahun 2020 ini bahkan merupakan pengeluaran terendah kedua di Jawa Tengah setelah Kabupaten Pemalang. Pengeluaran per kapita ini juga mengalami penurunan dibandingkan dengan kondisi tahun 2019 yang mencapai Rp 9,1 juta per kapita per tahun.

Kemiskinan
Hal ini sejalan dengan indikator-indikator makro lain, yaitu kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka. Sepanjang periode 2019 – 2020, persentase penduduk miskin di Kabupaten Kebumen meningkat dari 16,82 persen menjadi 17,59 persen. Adapun tingkat pengangguran terbuka pada periode yang sama juga bertambah dari 4,76 persen menjadi 6,07 persen. Penurunan standar hidup layak dan peningkatan kemiskinan/pengangguran ini tentu menjadi penghambat terwujudnya kesejahteraan masyarakat Kebumen.

Dengan demikian berbagai data di atas memberikan gambaran bahwa pada satu sisi Kebumen menyimpan potensi dengan melimpahnya jumlah Generasi Z dan Milenial. Potensi ini mampu menjadi pendorong dan akselerator pembangunan. Akan tetapi pada sisi lain, potensi ini dapat menjadi bom waktu sebab relatif belum diikuti dengan perbaikan kualitas sumber daya manusia.

Kondisi ini terutama tampak pada aspek pengetahuan/pendidikan dan standar hidup layak. Bupati dan Wakil Bupati Kebumen terpilih tentu telah memiliki program-program unggulan untuk memperbaiki kondisi tersebut. Berbagai program unggulan ini telah tertuang dalam penjabaran visi dan misi mereka.

Pelaksanaan program-program unggulan ini tentu membutuhkan dukungan dan sinergitas berbagai elemen di Kebumen, mulai dari pemerintah, swasta, hingga masyarakat. Selain itu, berbagai program unggulan ini harus adaptif terhadap karakteristik Generasi Z dan Milenial. Mereka adalah generasi yang lahir dan tumbuh bersama teknologi digital, sehingga digitalisasi akan menjadi kunci percepatan kesejahteraan masyarakat Kebumen.

Pembangunan sumber daya manusia juga tidak akan lepas dari keputusan politik dan sangat bergantung pada political will pemerintah. Bagaimanapun juga, hasil pembangunan sumber daya manusia tidak langsung terlihat dan dapat dinikmati seketika. Pembangunan sumber daya manusia bukan seperti kisah bandung bondowoso yang selesai membangun candi dalam semalam. Pembangunan sumber daya manusia bukan sekedar memenuhi janji-janji selama kampanye diri. Pembangunan sumber daya manusia bukan pula untuk mendapatkan puja-puji masa kini.

Segala jerih payah pembangunan sumber daya manusia baru akan dituai nanti, setelah tak lagi menduduki kursi. Pembangunan sumber daya manusia adalah pekerjaan panjang nan sunyi untuk kesejahteraan, kemandirian, dan keluhuran akhlak generasi. Pekerjaan ini membutuhkan kekuatan tekad, kebesaran hati, dan konsistensi kesetiaan. Kesetiaan pada janji yang telah terucap, kesetiaan pada sumpah di bawah kitab.

Pada akhirnya, kepada Bupati dan Wakil Bupati Kebumen, selamat bertugas. Selamat menempuh jalan panjang nan sunyi itu. Selamat dan sukses. Jatengdaily.com-yds

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version