Ilustrasi vaksin Covid-19.

BOGOR (Jatengdaily.com)- Guru Besar Fakultas Kedokteran (FK), Universitas Padjadjaran (Unpad) Bogor, Prof Dr Kusnandi Rusmil dr SpA(K) MKes mendorong agar masyarakat yang sudah divaksinasi Covid-19 tetap wajib mematuhi protokol kesehatan.

“Penerima vaksin tetap harus jaga jarak,” ujar Prof Kusnandi dilansir dari laman unpad.ac.id, Kamis (4/3/2021).

Prof. Kusnandi Rusmil yang juga ketua tim riset uji klinis fase III vaksin Covid-19 Sinovac ini menjelaskan, penerima vaksinmasih rentan terkena Covid-19. Sebab, bisa jadi antibodi dalam tubuh belum terbentuk sempurna.

Proses vaksinasi menggunakan vaksin Sinovac saat ini melakukan penyuntikan sebanyak dua kali. Paling cepat, kata Prof. Kusnandi Rusmil, antibodi tubuh akan mulai terbentuk sekira satu bulan setelah penyuntikan kedua. Antibodi secara maksimal akan terbentuk adalah tiga bulan pasca-penyuntikan kedua.

“Itu kalau orangnya normal. Kalau dia daya tahan tubuhnya rendah, dia makin berisiko lagi,” imbuhnya.

Selama antibodi belum terbentuk sempurna, seseorang masih rentan terkena Covid-19 dan menularkannya kepada yang lain. Karena itu, penerima vaksin tetap harus menjaga jarak dan menggunakan masker setiap beraktivitas.

Prof. Kusnandi menegaskan, vaksinasi dilakukan bukan untuk menghilangkan penyakit, tetapi mengurangi angka kejadian tertular Covid-19. Karena itu, proses vaksinasi dilakukan berulang agar kekebalan tubuhnya tetap tinggi dan terjaga.

“Vaksinasi jangan ragu. Di seluruh dunia sudah menyatakan bahwa vaksinasi merupakan cara untuk mencegah penyakit, sehingga untuk mencegah terus harus diulang,” kata Prof. Kusnandi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here