Pelaku pembuangan bayi saat diinterograsi polisi. Foto: Polres Banjarnegara

BANJARNEGARA (Jatengdaily.com)- Pada akhir tahun 2020 silam masyarakat Banjarnegara sempat digegerkan dengan penemuan mayat bayi dalam tas warna putih di bawah Jembatan aliran Sungai Serayu Waduk Jendral Soedirman Desa Tapen Rt 01 RW 04 Kecamatan Wanadadi Banjarnegara.

Kapolres Banjarnegara AKBP Fahmi Arifrianto, SH, SIK, MH, M.Si melalui Kasat Reskrim Iptu Donna Briadi, SIK mengatakan misteri pelaku pembuang bayi tersebut berhasil diungkap Satreskrim Polres Banjarnegara bekerjasama dengan Tim Resmob Jatanras Polda Jateng.

”Setelah melakukan rangkaian penyelidikan, kami menangkap pelakunya, yang tak lain adalah ibu bayi itu.

Menurutnya, awalnya petugas  mendapatkan informasi bahwa di Kecamatan Sigaluh Banjarnegara di rumah TM tinggal seorang wanita yakni RA (23 tahun) yang diketahui hamil dan telah melahirkan, akan tetapi bayi tidak diketahui keberadaannya.

Mendapat informasi tersebut pada tanggal 18 Januari 2021 anggota Satreskrim Polres Banjarnegara beserta anggota Polsek Wanadadi bekerjasama dengan Tim Resmob Jatanras Polda Jateng mendatangi lokasi untuk memeriksa kebenaran informasi tersebut.

“Sesampainya di lokasi tersebut ternyata benar telah tinggal bersama TM seorang wanita yang diketahui bernama RA (23) Warga Kecamatan Mandiraja, kemudian dua warga tersebut kami bawa ke Polres Banjarnegara untuk dilakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Kasat Reskrim mengungkapkan, setelah melakukan pemeriksaan secara intens terhadap TM dan RA, kepada petugas RA mengakui telah melahirkan bayi seorang diri di kamar sebuah rumah di Kelurahan Kutabanjarnegara Kecamatan Banjarnegara pada Sabtu (26/12/2020) sekitar pukul 03.30 WIB.

Setelah melahirkan kemudian tersangka melakukan kekerasan fisik terhadap bayi yang baru dilahirkan karena takut ketahuan melahirkan anak yang merupakan hasil hubungan gelap. Bayi, tersebut meninggal dunia, setelah meninggal mayat bayi tersebut bersama plasenta dibungkus plastik lalu dimasukkan ke dalam tas kain warna putih dan dibuang ke sungai.

Atas perbuatan tersangka, kepadanya disangkakan telah melanggar Pasal 80 Ayat (4) UU No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo UU No.17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No. 01 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No.23 Tahun 2002 tentang perlindungan Anak menjadi Undang-undang dan atau Pasal 342 KUHP.

“Ancaman pidana penjara paling lama lima belas tahun dan ditambah sepertiga karena pelaku orang tua kandung,” tandasnya. She

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here