PCNU Kota Semarang Gandeng Pesantren Life Skill Daarun Najaah Gelar Pesantren Sehat

Foto bersama wakil Rois Syuriah PCNU kota Semarang Dr KH Ahmad Izzuddin M Ag, wakil sekretaris LK PBNU Shofinniyah Ghufron, perwakilan puskesmas, dan para peserta santri (Foto : Pesantren Life Skill Daarun Najaah)

SEMARANG (Jatengdaily.com) – PCNU Kota Semarang bekerjasama dengan Pesantren Life Skill Daarun Najaah mengadakan kegiatan pesantren sehat. Kegiatan ini dilaksanakan di Mushollatorium at-Taqiy, Pesantren Life Skill Daarun Najaah secara luring (offline) dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan berlangsung selama dua hari, yakni pada Kamis – Jumat (16-17/09/2021).

Pelatihan ini mengangkat tema, Pemberdayaan Masyarakat Pesantren Dalam Pencegahan dan Pengendalian TB Bagi Pesantren Sasaran dan Puskesmas Melalui Germas Untuk Mewujudkan Pesantren Sehat. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberdayakan masyarakat pesantren guna terwujudnya pesantren sehat.

Pelatihan pesantren sehat yang diselenggarakan Lembaga Kesehatan PBNU yang bekerjasama dengan Direktorat Promosi Kesehatan dan pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI ini diikuti oleh 23 peserta, yang mana 5 orang dari puskesmas, 3 orang dari PCNU Kota Semarang, dan 15 orang dari perwakilan pondok pesantren di Kota Semarang.

5 perwakilan dari puskesmas tersebut antara lain Puskesmas Tambakaji, Puskesmas Mangkang, Puskesmas Karangayu, Puskesmas Tlogosari Wetan, dan Puskesmas Bangetayu. Kemudian 15 perwakilan dari pondok pesantren antara lain Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah, Pondok Pesantren Al-Ishlah, Pondok Pesantren Roudlotul Qur’an Annasimiyah, Pondok Pesantren Nurul Ummah, dan Pondok Pesantren Nurul Hidayah.

Kegiatan tersebut dibuka oleh wakil Rois Syuriah PCNU kota Semarang yang sekaligus ketua tim pelaksana, Dr. KH. Ahmad Izzuddin M.Ag. Dalam sambutan dan arahannya beliau berpesan kepada peserta pelatihan agar serius agar mampu mempraktikkan ilmunya di pondok pesantren masing-masing.

“Kami mohon kepada seluruh peserta untuk dapat mengikuti kegiatan pelatihan ini dari awal hingga akhir, sehingga tidak ada informasi satupun yang tertinggal. Harapannya nanti supaya ilmu yang didapatkan bisa ditransfer ke seluruh santri di pondok pesantren masing-masing”, ucap Kyai Izzuddin, sapaan akrabnya.

Kyai Izzuddin juga menegaskan bahwa peran puskesmas sangatlah penting untuk menjadi pelopor bagi pondok pesantren dalam mewujudkan pesantren sehat, yang dalam hal ini lebih khusus adalah pencegahan dan penanggulangan TB. Sebab saat ini pengendalian TB sudah langsung berada di bawah puskesmas, sehingga dalam hal pengobatan juga akan lebih cepat jika langsung ditangani oleh puskesmas.

“Saya berterimakasih kepada seluruh puskesmas yang sudah hadir di sini dan saya mohon kepada Bapak/Ibu dari puskesmas dapat saling mendukung dengan pondok pesantren untuk mewujudkan pesantren sehat”, tambah Kyai Izzuddin selaku ketua tim pelaksana.

Sofinniyah Ghufron selaku perwakilan dari LK PBNU juga mengatakan bahwa kegiatan ini adalah suatu bentuk kepedulian dari PBNU terhadap pesantren-pesantren NU di seluruh Indonesia untuk terus menciptakan lingkungan yang sehat bagi pondok pesantren.

“Kegiatan pesantren sehat sudah dilaksanakan sejak 2016 dan kurang lebih diikuti 300 pesantren di Indonesia, salah satunya di Semarang. Kegiatan ini bagian dari pemberdayaan masyarakat pesantren untuk mewujudkan pesantren sehat,” kata Sofi, sapaan akrabnya.

Ia juga menambahkan kegiatan ini didampingi langsung oleh puskesmas setempat dengan harapan peserta yang hadir dapat menjadi kader di pesantrennya masing-masing, dan menjadi garda terdepan dalam menangani kesehatan di lingkungan pondok pesantrennya.

“Harapannya teman-teman santri memahami konsep pesantren sehat dan bisa menjadi kader di masing-masing pesantrennya. Selain itu menjadi motivator, dan duta kampanye hidup bersih sehat di pesantren maupun masyarakat,” ujar Sofi yang juga wakil sekretaris LK PBNU.st