Pekan Ini Mulai Vaksinasi Dosis Ketiga bagi Nakes Jateng

Gubernur dan Wagub menggelar rapat terkait PPKM dan pandemi Covid-19. Foto:humas

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah merencanakan memberikan suntikan vaksin ketiga (booster) Corona untuk tenaga kesehatan (nakes) mulai pekan ini. Hal itu untuk melindungi para nakes dari infeksi virus Corona.

Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo mengatakan, para nakes di Jawa Tengah akan mulai menjalani penyuntikan vaksin ketiga pada pekan ini. Penyuntikan tidak hanya berlaku untuk nakes di rumah sakit milik provinsi, tapi seluruh nakes yang ada.

“Yang booster, tidak hanya untuk nakes di RS milik pemprov saja. Itu untuk semua nakes di Jawa Tengah dapat semua. Rencana penyuntikan minggu ini,” kata Yulianto, usai rapat penanganan Covid di kompleks kantor Gubernur Jateng, Senin (2/8/2021).

Menurutnya, vaksin untuk suntikan ketiga tidak hanya untuk nakes, tapi juga SDM kesehatan lain, dengan vaksin Moderna. Vaksin Moderna dikenal cukup ampuh menangkal Corona varian baru.

“Itu untuk dosis ketiga nakes, jumlahnya sekitar 11 ribu vial. Iya, yang booster,” tuturnya lebih lanjut.

Kendati rencana penyuntikan akan mulai minggu ini, imbuh Yulianto, pihaknya tetap menyiapkan betul ketersediaan rantai dinginnya (cold chain), karena vaksin ini membutuhkan suhu minus 25 derajat celcius. Kendati begitu, pemprov dan sebagian kota/ kabupaten di Jateng telah memilikinya.

“Kalau nanti tidak punya (rantai pendingin) bisa megunakan pendingin yang biasanya dipakai untuk Sinovac yaitu 2-8 derajat celcius. Tapi, ada batas waktunya maksimal 30 hari harus sudah habis disuntikkan. Namun jika freezer, minus 35 (derajat celcius) itu bisa berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun selama belum expired itu bisa,” terang Yulianto.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, pihaknya juga terus mengecek ketersediaan vaksin di setiap kota dan kabupaten melalui aplikasi SMILE (Sistem Monitoring Imunisasi dan Logistik Elektronik). Aplikasi ini adalah salah satu aplikasi yang terintegrasi dalam sistem tersebut.

Ditambahkan, aplikasi SMILE menyangga lalu lintas informasi sepanjang lini seperti distribusi logistik, pelaporan, dan pemantauan-evaluasi. SMILE memantau secara real time logistik rantai dingin vaksin dan penyimpanannya di seluruh titik penyedia vaksin, dari provinsi hingga tingkat puskesmas dan rumah sakit.

“Di data SMILE, aplikasi itu tempatmu masih banyak, kok kamu bilang, sudah habis. Jangan-jangan sudah disuntikan, tapi inputter belum, belum memasukkan. Atau jangan-jangan belum disuntikan sama sekali. Maka kalau minta tambahan, enggak bisa,” kata Ganjar. st