in

Penangkaran Penyu Kalibuntu Kebumen Bisa jadi Research Center

Penangkaran penyu Kalibuntu di Kebumen Jawa Tengah. Foto: ist

KEBUMEN (Jatengdaily.com) – Area Konservasi Penyu Kalibuntu, di Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong, Kebumen Jawa Tengah, ke depan bisa dikembangkan menjadi research center. Terlebih, area tersebut merupakan konservasi penyu mandiri satu-satunya di Jawa Tengah yang mendapat legalitas hukum melalui SK langsung dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah.

“Keren, luar biasa banget tour ke Kalibuntu. Penangkaran penyu ini kedepan saya bayangkan akan menjadi research center, anak-anak peneliti banyak yang datang ke sini, pengunjung juga banyak yang kesini, wearnes pada lingkungan juga akan banyak dikembangkan disini,” ujar Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S. Ansgari di sela acara gowes bareng di Kebumen akhir pekan lalu.

Agus mengajak kepada warga Kebumen yang ada di perantauan dan tinggal di kota-kota besar untuk tidak lupa terhadap kota kelahirannya dan membantu pembangunan Pemerintah Kabupaten Kebumen. Diantaranya melalui sektor wisata.

“Saya janji ini akan banyak ngasih masukan mengenai tourism. Jadi ayo bangun Kebumen. Kita punya banyak program yang kita kembangkan, termasuk penangkaran penyu ini yang ada disini. Kita juga punya program untuk ibu-ibu UMKM, beasiswa dan juga program untuk difabel,” ucapnya.

Menurutnya Konservasi Penyu Kalibuntu tak kalah bagusnya dengan tempat-tempat konservasi penyu lainnya yang ada di Indonesia, seperti di Pulau Bali misalnya. Ia menilai, dari segi fisik, bahkan lokasi atau tempat penetasan telur penyu yang ada di Konservasi Penyu Kalibuntu lebih bagus dari tempat penetasan telur penyu yang ada di pulau dewata.

“Tempat penetasan telur penyu ini malah lebih bagus dari yang ada di Bali. Tinggal penataan dan pengelolaannya saja. Perlu dipoles lagi,” katanya.

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengungkapkan, lokasi penangkaran penyu ini sudah cukup bagus dan perlu dikembangkan. Namun, dari segi kebersihan Arif menilai masih perlu adanya kesadaran bersama untuk menjaganya. Terbukti di sepanjang pinggir aliran sungai Kalibuntu masih banyak ditemukan sampah yang berserakan.

Untuk itu, Bupati meminta persoalan sampah di sungai setempat rencananya akan ditangani oleh dua kecamatan, yakni Kecamatan Klirong dan Buluspesantren yang dilalui oleh Sungai Luk Ulo dan Kalibuntu sebagai muaranya.

“Ini kan sungai buntu yang ujungnya salah satunya adalah Kecamatan Buluspesantren. Hari ini saya bawa dua camat, camat Klirong dan camat Buluspesantren. Camat Klirong yang menampung sampahnya dan Camat Buluspesantren yang menjadi ujungnya. Jadi mereka harus terkoneksi, bekerjasama untuk penanggulangan sampah tersebut,” jelas Bupati Arif. yds

 

Written by Jatengdaily.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

HUT ke-2, Komunitas JBT Baksos di Kabupaten Pekalongan

Pembangunan Tol Semarang-Demak, 46 Hektare Mangrove di Sayung Direlokasi