Polda Jateng: Penanganan Kasus Mbah Minto Demak Sesuai Prosedur

Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Iqbal Alqudusy. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Kasus Kasminto atau Mbah Minto, kakek berusia 74 tahun yang dibui karena menganiaya pencuri ikan di Demak, terus mendapat perhatian berbagai pihak. Pihak Polda Jateng menyebutkan bahwa penanganan kasus ini sesuai prosedur

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol. M. Iqbal Alqudusy menjelaskan baik Mbah Minto maupun pencuri ikan yang bernama Marjani sama-sama ditetapkan menjadi tersangka.

Baca Juga: Soal Kakek 74 Tahun Dibui, Ini Penjelasan Kapolres Demak

“Kepolisian telah memproses keduanya. Marjani sehari-hari berprofesi sebagai pencari ikan. Namun melakukan aksi pencurian karena sedang tidak mendapat ikan. Saat ini korban (Marjani) sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan barang bukti berupa ikan 3 kg dan alat setrum, dan sudah memenuhi unsur dalam Pasal 363 Ayat 1 angka 3 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.” jelas Kabid Humas Polda Jateng, Jumat (15/10/2021).

Kabid Humas Polda Jateng menyampaikan, Sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), peristiwa tersebut terjadi pada 7 September 2021 di Desa Pasir, Kabupaten Demak. Mbah Minto yang ada di dalam gubuk mengetahui Marjani datang membawa alat setrum untuk menangkap ikan.

Mbah Kasminto sudah tahu ada bahwa motor datang ke kolamnya. Pelaku masuk ke kolam dan sudah memindahkan sejumlah ikan ke pinggir kolam. Mbah Kasminto keluar kemudian langsung membacok punggung kanan, korban Marjani berbalik dan minta ampun tetapi dibacok lagi oleh Mbah Kasminto.

“Penanganan hukum atas kasus ini sudah sesuai prosedur, alasan dilakukan Penahanan terhadap Mbah Minto antara lain dikhawatirkan kabur dan penahanan juga perlu dilakukan karena dikhawatirkan terjadi balas dendam dari pihak korban dan keluarga yang nantinya akan mengganggu kamtibmas.” tegas Kabid Humas Polda Jateng. yds