SEMARANG (Jatengdaily.com) – Pesantren Life Skill Daarun Najaah melakukan kunjungan edukasi ke tempat wisata Miniatur Kampung Surga yang berlokasi di Bandungan, Semarang. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Peringatan Haul dan Haflah Life Skill Daarun Najaah ke-9 dengan tetap menaati protokol kesehatan, Sabtu (03/04/2021) hingga Minggu (04/04/2021).
Pemberangkatan menuju lokasi wisata menggunakan truk Korps Brimob yang dilaksanakan pada Sabtu. Sesampai di lokasi, para santri diberikan training motivasi melalui lembaga Nafsul Mutmainah Achievement (NMA), yaitu pelatihan sumberdaya manusia yang berbasis spiritual dan berorientasi pada character building melalui kombinasi pelatihan dan outbond.
Dalam pemberian motivasi, Dr H Darwito, SE MM selaku owner Miniatur Kampung Surga menyampaikan tentang lima langkah prestasi untuk meraih kesuksesan yang merupakan representasi dari rukun Islam.

“Lima langkah dalam meraih kesuksesan itu komitmen, komunikasi, pemberian kesempatan, menghargai perbedaan, dan sosialisasi kekuatan. Semuanya itu kombinasi dari rukun Islam, yaitu syahadat, salat, zakat, puasa, dan haji. Maka kita harus menjadikan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin,” jelas beliau.
Setelah pemberian motivasi, agenda dilanjutkan dengan penyalaan api unggun pada malam harinya beserta perlombaan musik religi yang dibawakan oleh masing-masing asrama santri Life Skill Daarun Najaah. Upacara penyalaan api unggun didampingi langsung oleh owner Miniatur Kampung Surga yang sekaligus sebagai motivator.
Api unggun yang menyala memiliki makna bahwa semangat harus tetap berkobar walaupun suasana masih di saat pandemi. Pada Minggu, para santri senam bersama di lapangan wisata yang dilanjut dengan kegiatan outbond motivasi oleh para trainer NMA. Outbond yang dilaksanakan merupakan kombinasi antara berfikir kognitif, penyesuaian emosional, dan gerak psikomotorik.
Kegiatan wisata selanjutnya ditutup dengan pembacaan Allahul Kafi yang dipandu langsung oleh pengasuh pesantren Life Skill Daarun Najaah agar seluruh kegiatan wisata yang dilaksanakan mendapatkan keberkahan.
Selaku pengasuh Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah, KH Ahmad Izzuddin, MAg berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas diri para santri. “Setelah kegiatan kegiatan ini semoga para santri dapat menerapkan apa yang didapat untuk progres kehidupan dan para santri dapat menjadi penerus bangsa yang dapat berkontribusi bagi bangsa, negara, maupun agama,” ujar kiai yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan III Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo tersebut.
Ibnu Aziz, santri putra Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah menyampaikan akan banyaknya pelajaran yang bisa ia ambil melalui kegiatan ini. “Alhamdulillah kita mendapatkan kesempatan yang luar biasa bisa berkunjung ke tempat ini. Banyak sekali pelajaran yang bisa diambil, seperti langkah-langkah yang harus kita perhatikan untuk meraih kesuksesan,” ujar santri asal Palembang tersebut.
Selain Aziz, Tutur Patimah selaku santri putri mengaku lebih memantapkannya untuk meraih impian. “Kegiatan ini menurut saya sangat menarik, apalagi yang mengadakan adalah pondok pesantren yang bekerja sama dengan trainernya langsung. Selain mendapat bekal pengembangan karakter dan kepribadian baru yang lebih baik, kita juga bisa melihat kalua kesuksesan harus bermodal impian. Menambah keyakinan saya bahwa jika kita mau, kita bisa mewujudkannya,” ungkap Tutur. Kontributor santri Life Skill Daarun Najaah, Harlianor–st