Temui Pedagang Terdampak PPKM, Wagub Beri Sembako dan Borong Sate

Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen menemui pedagang yang terdampak PPKM di Kota Semarang, dan memborong sate saat menemui PKL yang masih membuka lapaknya di Banyumanik Semarang. Foto:ist

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen melakukan sidak ke pedagang kaki lima yang masih buka melibihi aturan jam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, di Kecamatan Banyumanik Semarang dan Kecamatan Ungaran Kabupaten Semarang, Senin (19/7) malam.

“Hayo maskernya dipakai, kok belum tutup pak, ayo tutup sudah jamnya,” katanya kepada pedagang saat mendapati mereka masih berjualan di atas pukul 20.00 wib.

Pedagang sate yang mengetahui adanya Wagub saat sedang sidak, sontak langsung bersiap-siap untuk membereskan dagangannya. “Tutup nggih pak, dagangannya sisa berapa tusuk? Dihitung nanti saya beli, sudah jam lewat PPKM. Jangan berkerumun kasus aktif (Covid-19) masih tinggi tolong pulang ya,” pintanya kepada pedagang dan pembeli.

Tidak hanya meminta para pedagang untuk tutup, Taj Yasin juga memberikan bantuan sembako bagi pedagang yang terdampak PPKM. Selain itu, dirinya juga memborong dagangan dan mentraktir warga yang sedang membeli dagangan.

“Mau beli mas ? Sudah ini dibawa saja buat makan keluarga di rumah,” katanya sambil membagikan sate yang telah dia beli.

Setelah mengingatkan para pedagang di Banyumanik, ia melanjutkan perjalanan ke arah Ungaran. Disela-sela perjalanannya ia berhenti di masjid Al-Jauhari, Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik.

Pada saat berhenti di masjid tersebut, dia membagikan sisa sate yang telah dibeli dan diberikan kepada para warga sekitar yang sedang melakukan takbiran di malam Iduladha. “Jangan malam-malam ya takbirannya. Inget maskernya jangan turun,” ingatnya kepada warga sekitar.

Selain itu, ia juga menanyakan kepada penjaga masjid dan mengingatkan untuk melakukan ibadah Iduladha di rumah. Setelah dari masjid, ia melanjutkan perjalan ke Kabupaten Ungaran. Di tengah perjalanannya, ia menemui pedagang nasi goreng yang belum tutup.

Odit, salah satu pedagang itu menuturkan alasan kenapa dirinya belum tutup. Ia mengaku dari pukul 16.00 berjualan hingga pukul 20.30 hanya menjual dua porsi. Merespon itu, Taj Yasin langsung memberikan paket sembako yang dia bawa dan sejumlah uang untuk memborong daganganya.

“Ini saya beli ya, disebelah sana ada masjid. Silakan kalau mau dibagi-bagikan disana. Tapi ditutup ya,” bujuk Taj Yasin kepada Odit.

Dengan mata yang berkaca-kaca, Odit penerima bantuan dari Wagub itu mengaku sangat senang dan berterimakasih kepada wagub. “Perasaan saya campur aduk, kaget iya seneng juga iya. Ya sebenarnya mau gimana lagi, saya pingin nurut pemerintah tutup jam 8 tapi kalau tutup jam 8 saya besok mau makan apa,” terangnya.

Selain itu ia juga menyampaikan, bahwa dirinya berkeinginan untuk tetap bisa berjualan namun memperhatikan Protokol kesehatan.

Tidak hanya Odit , Ares pedagang nasi bungkus juga mengaku senang saat dagangannya diborong habis oleh Taj Yasin. Menurutnya, cara untuk mengajak pedagang untuk tutup tepat waktu dengan menggunakan cara seperti ini.

“Seneng dagangannya diborong, kalau diborong gitu kan kita senang juga dapet uang, dan besok lagi bisa dipakai untuk jualan lagi,” katanya. st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here