Wajah Pariwisata Jateng di Tengah Pandemi

Oleh : Azka Muthia, S.ST
Statistisi BPS Kota Pekalongan

Bagaimana kabar Pariwisata di Jawa Tengah?
JIKA ditelisik dari Berita Resmi Statistik (BRS) Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah mengenai Perkembangan Statistik Transportasi Jawa Tengah Agustus 2021 terlihat bahwa banyaknya penumpang pesawat domestik yang datang ke Provinsi Jawa Tengah pada Agustus 2021 menunjukkan adanya tren peningkatan dibandingkan Juli 2021. Hal ini terkait dengan pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dimana sebelumnya penerbangan hanya diperuntukan untuk kalangan terbatas dan harus memenuhi berbagai syarat termasuk tes PCR dan surat keterangan atau Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP).

Pada Agustus 2021 kedatangan penumpang domestik di Bandara Ahmad Yani dan Adi Sumarmo meningkat sebesar 27,97 persen dibandingkan Juli 2021. Sedangkan melalui angkutan laut pada Agustus 2021 meningkat 12,77 persen dibanding Juli 2021. Peningkatan ini diharapkan merupakan sinyal bergeraknya pariwisata di Jawa Tengah ditengah pandemi.

Sayangnya, kedatangan penumpang domestik melalui angkutan udara ternyata mengalami penurunan sebesar 57,85 persen pada Agustus 2021 jika dibandingkan Agustus 2020. Begitupun untuk kedatangan penumpang melalui angkutan laut pada Agustus 2021 turun sebesar 25,35 persen dibanding Agustus 2020.

Hal ini wajar jika melihat bahwa kasus covid-19 di Indonesia selama Agustus 2021 lebih parah dibandingkan Agustus 2020 sehingga pemerintah menerapkan PPKM, juga mengingat Jawa Tengah masih berada di level 4 saat Agustus 2021. Selain itu, persyaratan untuk terbang yang harus mencantumkan hasil negatif PCR juga memberi andil terhadap penurunan yang terjadi pada Angkutan Udara dan dianggap memberatkan bagi penumpang sehingga banyak yang membatalkan atau mengundur jadwal penerbangannya apalagi jika tujuannya untuk berwisata.

Berdasarkan BRS BPS Provinsi Jawa Tengah pada bulan Agustus 2021 tidak ada kunjungan wisatawan mancanegara yang masuk melalui pintu bandara Ahmad Yani dan Bandara Adi Sumarmo. Apabila dikumulatifkan selama periode Januari-Agustus 2021 tercatat hanya ada 9 wisatawan mancanegara yang masuk melalui pintu bandara Ahmad Yani dan Bandara Adi Sumarmo.

Data dan fakta diatas menjadi indikasi seperti apa kabar pariwisata di Jawa Tengah saat ini, selain itu pembatasan-pembatasan yang dilakukan pemerintah pada sektor pariwisata untuk menekan laju penularan Covid-19 menjadikan pelaku pariwisata perlu menelaah kembali strategi untuk tetap menggaet wisatawan dan tetap menggali potensi pariwisata di Jawa Tengah agar tetap eksis di tengah Pandemi.

Seperti apa Wajah Pariwisata Jawa Tengah?
Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang memiliki kekayaan budaya dan wisata yang sangat banyak. Terletak di wilayah yang memiliki daerah pesisir sampai pegunungan menjadikan Jawa Tengah menawarkan berbagai jenis wisata mulai dari pantai sampai pemandangan yang indah di pegunungan. Tak lupa banyaknya budaya yang masih sangat kental dan unik menjadi daya tarik tersendiri.

Dari Candi Borobudur, Dataran tinggi Dieng, Guci, Baturaden, Candi Prambanan sampai pulau Karimun Jawa menjadi wisata unggulan dan menjadi favorit wisatawan ketika berkunjunh ke Jawa Tengah. Keunikan dan kekentalan budaya jawa dengan adanya keraton Kasunanan Surakarta juga tak lepas dari tujuan wisatawan. Selain itu, Kemistisan lawang sewu juga turut andil dalam menarik wisatawan untuk berkunjung ke Jawa Tengah. Belum lagi wisata kuliner yang beragam dengan cita rasa dan kekhasannya juga menarik minat wisatawan.

Jika dibuat daftarnya banyak sekali daya tarik wisata di Jawa Tengah, bukan hanya bagi wisatawan domestik namun juga wisatawan mancanegara. Namun sayangnya di masa pandemi sekarang pariwisata di Jawa Tengah harus berjalan merangkak untuk tetap bertahan. Banyaknya wisata yang ditutup sementara karena peraturan pemerintah atau sepinya pengunjung menjadikan pariwisata di Jawa Tengah lesu.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang bersumber dari Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata menunjukkan bahwa daya tarik wisata di Jawa Tengah semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2018 sebanyak 750 objek menjadi 917 objek di tahun 2019 dan 1.069 objek pada tahun 2020. Ini menunjukkan bahwa Jawa Tengah tidak kekurangan daya tarik wisata. Sayangnya jika dilihat dari jumlah pengunjung menunjukkan tren penurunan yang sangat signifikan.

Data menunjukkan pada tahun 2020 terjadi penurunan sebesar 61,24 persen pengunjung wisatawan mancanegara dan nusantara ke Jawa Tengah. Wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Jawa Tengah selama tahun 2020 hanya sebanyak 78.290 wisatawan turun dari sebelumnya 691.699 wisatawan di tahun 2019. Sedangkan untuk wisatawan nusantara turun dari 57,9 juta wisatawan di tahun 2019 menjadi 22,7 juta wisatawan di tahun 2020. Hal ini menjadi dampak nyata pandemi pada pariwisata yang berimbas pada penerimaan devisa pariwisata karena berkurangnya kunjungan wisatawan mancanegara.

Bagaimana strategi menumbuhkan pariwisata Jawa Tengah?
Tren pariwisata di masa pandemi telah bergeser. Keinginan liburan tanpa banyak berinteraksi dengan orang lain mengubah tren pariwisata. Untuk itu pelaku pariwisata di Jawa Tengah perlu berfikir out of the box dan berinovasi untuk mendukung tren pariwisata yang bergeser di tengah pandemi, salah satunya dengan virtual tourism yang menawarkan liburan online tanpa perlu datang ke tempat wisata.

Jawa Tengah memiliki banyak wisata yang menjadi daya tarik untuk dibuat menjadi virtual tourism dengan ide dan sentuhan seni yang ciamik berpotensi menarik minat tidak hanya di dalam negeri namun juga di luar negeri. Contoh saja Korea Selatan yang tetap bisa berdiplomasi mengenai pariwisatanya dan menjualnya di tengah pandemi Covid-19.

Selain itu di tengah pandemi ini perlu membangun era baru pariwisata seperti yang dikatakan oleh Menteri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno. Selaras dengan pernyataan Menparekraf pengembangan digital tourism mulai digencarkan demi mendongkrak pariwisata ditengah pandemi. Pelaku pariwisata di Jawa Tengah harus sadar di zaman yang semakin canggih ini perlu melakukan promosi dan inovasi yang bisa menarik wisatawan.

Namun pelaku pariwisata di Jawa Tengah tidak bisa sendirian dalam membangun era baru pariwisata. Poin kunci kesuksesan branding digital tourism dan virtual tourism tidak terlepas dari sinergi antara pelaku pariwisata dengan pemerintah Jawa Tengah maupun Kemenparekraf serta perlu adanya kerjasama dengan menggandeng platform digital maupun pelaku industri hiburan demi menjual dan menarik minat calon wisatawan.Jatengdaily.com-st