417 Tahun Kabupaten Kendal

Oleh : Erya Indy P., S.ST.
ASN BPS Kabupaten Kendal

KENDAL Recovery menjadi tagline utama pembangunan Kabupaten Kendal tahun ini. Dalam artian, pembangunan tahun ini difokuskan pada pemulihan ekonomi, berbasis pengembangan potensi keunggulan daerah dan sumber daya alam didukung dengan layanan kesehatan.

Berlandaskan pada membaiknya kondisi pandemi covid-19, pemerintah berharap akan diikuti pula dengan membaiknya kondisi sosial ekonomi masyarakat. Bertolak dari hal ini, berbagai program telah digulirkan demi percepatan pemulihan perekonomian Kendal.

Seperti halnya pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kendal kali ini, Pemerintah Kabupaten Kendal menyelenggarakan Pekan Raya Kendal dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat Kendal sebagai salah satu stimulus.

Arah pemulihan Kabupaten Kendal salah satunya ditandai dengan adanya perbaikan perekonomian yang sudah mulai tumbuh positif. Pada tahun 2021 ekonomi Kendal tumbuh positif sebesar 3,89 persen setelah sebelumnya terkontraksi sebesar -1,51 persen pada tahun 2020. Perlahan namun pasti, ekonomi Kendal mulai berbenah dan membaik.

Selain dikenal dengan julukan Kota Santri, Kendal juga sebagai salah satu bagian dari kota metropolitan Kedungsapur yang menjadi penyangga Kota Semarang. Dilihat secara fisik, Kabupaten Kendal semakin hari semakin lengkap dengan berbagai fasilitas dan pusat keramaian. Namun, tentu saja pembangunan yang dilakukan tak hanya berfokus pada pembangunan fisik, pembangunan kualitas masyarakat juga terus ditingkatkan.

Upaya pemerintah dalam membangun kualitas hidup masyarakat ini salah satunya tercermin dalam capaian Indeks Pembangunan Manusi (IPM). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada tahun 2020 IPM Kabupaten Kendal adalah sebesar 72,5 persen. Capaian pembangunan manusia Kabupaten Kendal ini berstatus ‘tinggi’ dan selama 5 tahun terakhir terus mengalami peningkatan.

IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan upaya pembangunan kualitas hidup manusia di suatu wilayah. Capaian Kabupaten Kendal ini tidak terlepas dari berbagai upaya pemerintah melakukan pembangunan di seluruh sektor kehidupan masyarakat.

Kualitas SDM
Faktor penting yang mendukung keberhasilan pembangunan adalah kualitas sumber daya manusia. Peningkatan kualitas sumber daya manusia diupayakan melalui peningkatan pendidikan. Salah satu indikator pendidikan yang lazim digunakan adalah Angka Partisipasi Murni (APM). APM mengukur daya serap sistem pendidikan terhadap penduduk usia sekolah.

Secara umum keaktifan penduduk usia sekolah terhadap pendidikan di Kendal mengalami peningkatan pada semua jenjang pendidikan. BPS mencatat APM tertinggi Kabupaten Kendal tahun 2021 adalah APM SD, yaitu sebesar 95,28 persen yang artinya 95 persen penduduk Kabupaten Kendal berusia SD (7-12 tahun) telah dapat menikmati fasilitas pendidikan sesuai pada jenjang pendidikannya.

Adapun hasil pendidikan dapat dilihat di antaranya melalui angka rata-rata lama sekolah dan melek huruf. Rata-rata lama sekolah Kabupaten Kendal pada tahun 2021 mencapai 7,46 tahun yang artinya rata-rata pendidikan penduduk Kabupaten Kendal berumur 25 tahun ke atas baru mencapai jenjang pendidikan kelas 1 SMP. Namun demikian, secara umum pemberantasan buta huruf di Kabupaten Kendal sudah hampir sempurna. Hanya sekitar tujuh persen penduduk yang tidak bisa baca tulis pada tahun 2021.

Dari sisi kesehatan, morbiditas/angka kesakitan (banyaknya penduduk yang menderita sakit) Kabupaten Kendal relatif rendah pada tahun 2021. Menderita sakit dalam hal ini adalah mengalami keluhan kesehatan yang menyebabkan terganggunya aktivitas sehari-hari baik bekerja, bersekolah, mengurus rumah tangga, maupun aktivitas lainnya.

BPS mencatat persentase penduduk Kabupaten Kendal yang menderita sakit adalah sebesar 11,20 persen dimana angka morbiditas laki-laki (11,94 persen) lebih tinggi dibandingkan perempuan (10,43). Angka morbiditas ini mengindikasikan bahwa derajat kesehatan penduduk Kabupaten Kendal relatif tinggi.

Selain morbiditas, derajat kesehatan masyarakat juga dapat dilihat melalui Angka Harapan Hidup (AHH). AHH Kabupaten Kendal pada tahun 2021 sebesar 74,48 tahun, artinya setiap bayi yang lahir pada tahun 2021 secara rata-rata memiliki peluang untuk dapat hidup hingga usia 74,48 tahun atau setara 74 tahun 5 bulan. Angka ini tercatat konsisten mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Hal lain yang seringkali menjadi tolak ukur kemajuan suatu daerah adalah tingkat kemiskinan. Tren persentase penduduk miskin Kabupaten Kendal semakin menurun selama sepuluh tahun terakhir, namun pada tahun 2020 dan 2021 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2019. Peningkatan ini diakibatkan oleh adanya pandemi covid-19. Meskipun demikian, persentase penduduk miskin Kabupaten Kendal (10,24 persen) ini masih lebih rendah dibandingkan Jawa Tengah (11,79 persen) secara keseluruhan.

Tahun 2022 ini Kabupaten Kendal memperingati ulang tahunnya yang ke 417, tepatnya yaitu pada tanggal 28 Juli. Berbagai perkembangan tentunya telah dicapai oleh Kabupaten Kendal di usianya yang sudah lebih dari empat abad. Pembangunan demi pembangunan yang dilakukan telah membuahkan hasil yang dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Kendal.

Secara umum, pembangunan Kabupaten Kendal sudah menunjukkan arah perbaikan. Berbagai capaian menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi masyarakat. Kemajuan yang ada patut untuk terus dipertahankan dan ditingkatkan. Masih banyak aspek lain yang juga penting untuk diperhatikan karena sejatinya permasalahan pembangunan tidak dapat dituntaskan secara parsial, berbagai indikator sosial ekonomi memiliki keterkaitan secara nyata maupun tidak.

Harapannya, semoga di usianya yang semakin bertambah ini Kabupaten Kendal menjadi lebih baik lagi di masa mendatang, semakin maju bersaing dengan kota/kabupaten lain di Indonesia, serta menjadi tempat berpulang bagi banyak harapan.
Kendal Handal, Kendal Recovery. Semakin Dikenal, Selalu di Hati.
Selamat Ulang Tahun Kabupaten Kendal. Kendal Bangkit, Kendal Lebih Baik. Jatengdaily.com-yds

Share This Article
Exit mobile version