in

Balita Sehat Bersama Kelas Ibu Balita

Ibu-ibu bersama balita mereka saat mengikuti Kelas Ibu Balita bersama Puskesmas Bonang II, untuk meningkatkan pengetahuan tentang tumbuh kembang balita.Foto:ist

DEMAK (Jatengdaily.com) – Memiliki buah hati yang sehat, pastinya idaman setiap ibu. Selain mempesona untuk dipandang, balita sehat merupakan aset bangsa.

Untuk memiliki balita sehat dibutuhkan proses cukup panjang dan konsistensi dalam pemenuhan gizi seimbang, di samping kontinyuitas pemantauan tumbuh kembang. Hal itu dapat dilakukan ibu-ibu pada umumnya, malalui wadah kesehatan balita seperti Posyandu, Kelas Ibu Balita dan sejenisnya.

Kepala Puskesmas Bonang II Indah Kusumawati SSiT SKM MKes didampingi Programer Promkes Sofiyatun SKM menjelaskan, yang dimaksud Kelas Ibu Balita adalah kelas para ibu yang mempunyai anak berusia antara 0 sampai 5 tahun secara bersama-sama berdiskusi, tukar pendapat dan pengalaman tentang pemenuhan pelayanan kesehatan, gizi serta stimulasi pertumbuhan dan perkembangannya.

“Dengan menghadiri Kelas Ibu Balita, pengetahuan ibu tentang kesehatan dan tumbuh kembang balita akan meningkat. Hal ini sejalan dengan tujuan umum dibukanya kelas balita, yaitu meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu dalam mewujudkan tumbuh kembang balita yang optimal melalui penggunaan Buku KIA,” ujarnya, Jumat (4/11).

Lebih lanjut dipaparkan, Kelas Ibu Balita diselenggarakan secara partisipatif. Artinya para ibu tidak diposisikan hanya menerima informasi laiknya murid, namun lebih pada sharing informasi dan pengetahuan. Dalam prakteknya para ibu didorong untuk belajar dari pengalaman sesama. Sementara fasilitator dalam hal ini petugas Puskesmas, berperan sebagai pengarah kepada pengetahuan yang benar.

Pelaksanaan Kelas Ibu Balita dibagi dalam beberapa sesi. Diawali dengan pretest, materi, tanya jawab/praktek dan diakhiri post test. Pretest ini dimaksudkan untuk menggali tingkat pengetahuan ibu, sebelum kontak dengan para fasilitator. Dan setelah pre test, dilakukan penilaian langsung untuk kemudian diumumkan hasilya.

Sesi selanjutnya yaitu materi kelas ibu balita. Pada sesi ini para ibu diberikan materi terkait ASI Eksklusif, imunisasi, pemberian MP ASI, cara menstimulasi perkembangan balita, cara perawatan gigi balita dan cara mencuci tangan yang benar. Di samping pengetahuan terhadap penyakit-penyakit anak berikut cara mencegah dan merawat balita. Dalam sesi tersebut para peserta diharapkan berperan aktif sehingga pertemuan dan dialog bersifat dua arah.

Setelah sesi materi berakhir, lanjut sesi post test. Di sesi ini para ibu akan diberikan soal yang sama dengan soal pre test. Harapannya setelah diterimanya materi dari fasilitator pengetahuan para ibu meningkat hingga dapat mengerjakan soal dengan baik dan memperoleh nilai lebih baik dari sebelumnya.

Di sisi lain Bidan Koordinator Puskesmas Bonang II, Siti Yulaikah menambahkan, maksud diadakannya Kelas Ibu Balita yang rutin diadakan sebulan sekali di desa-desa binaan antara lain meningkatkan kesadaran pentingnya pemberian ASI eksklusif. Di samping manfaat imunisasi, serta diberikannya keterampilan pemberian MP-ASI juga gizi seimbang kepada balita.

“Selain itu juga demi meningkatkan kemampuan ibu dalam memantau pertumbuhan anak melalui simulasi perkembangan balita, pengetahuan cara merawat gigi balita, mencuci tangan yang benar, serta meningkatkan pengetahuan ibu tentang penyakit sering terjadi pada anak berikut pencegahan dan cara perawatannya yang baik bila terlanjur sakit,” ujarnya.

Dengan begitu pengetahuan ibu terkait kesehatan balita yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan ditularkan ke ibu-ibu lain melalui sharing dan berbagi pengalaman. Agar pengetahuan terkait kesehatan dan pola asuh balita berimbas pertumbuhan balita secara optimal. “Terpenting lagi masa depan bangsa terselamatkan, utamanya dari ancaman gagal tumbuh atau stunting,” tandasnya

Written by Jatengdaily.com

Buruh Usulkan UMP Jateng 2023 Naik 13 Persen

Fitur Agree Traceability Permudah Penikmat Kopi Telusuri Sumber Kopi