SEMARANG (Jatengdaily.com) – Kalangan DPRD Jateng menilai pembangunan sabuk pantai di sepanjang Semarang-Demak mendesak. Ini menyusul terjadinya banjir rob parah pada Senin (23/5/2022) di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan permukiman Tambaklorok sekitarnya.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah Hadi Santoso meminta kepada Pemprov Jateng memprioritaskan penanganan rob di Pantura.
“Rob Semarang menjadi alarm bahaya bagi Jawa Tengah terutama pantura. Kejadian itu memberikan peringatan bahwa penanganan rob Pantura harus segera dan menjadi prioritas. Demikian pula dengan penanganan rob di Pekalongan, harus segera diselesaikan,” ungkap Hadi Santoso.
Menurutnya hal ini sudah tidak bisa ditunda lagi, sabuk pantai Semarang-Demak sudah mendesak. Jika terlalu lama berdiskusi tentang administrasi status tanah serta regulasi lainnya, maka akan membahayakan ekonomi masyarakat.
“Jangan terlalu lama berdiskusi tentang administrasi status tanah dan lain sebagainya, ini sudah membahayakan masyarakat lokal dan ekonomi nasional karena mengganggu sarana prasarana vital,” tegasnya.
Anggota Fraksi PKS DPRD Jawa Tengah ini menyebutkan bahwa saat ini proses pembangunan sabuk pantai Semarang-Demak sedang terhambat akibat status tanah musnah.
“Sebagian besar di sesi I tanahnya bersertifikat tapi sudah tidak terlihat karena tergenang, secara regulasi itu harus dimusnahkan dan menjadi tanah negara, dan proses tersebut membutuhkan waktu lama,” jelasnya.
Namun saat ini Hadi memaklumi pemerintah yang sedang konsentrasi menangani situasi kedaruratan akibat banjir rob di Kota Semarang, namun setelah itu pemerintah harus kembali bertanggung jawab untuk penanganan rob di pantura.
“Saat ini pemerintah sedang konsentrasi kedaruratan. Mari semua elemen bergerak untuk membantu, setelah ini kembali menjadi tanggung jawab Pemerintah untuk segera atasi rob ini,” pungkasnya. yds


