Fasilitasi Teknis Desa JKN, Bantu Kontrol Kesehatan Masyarakat

Petugas Puskesmas Mranggen II saat melayani pengecekan gula darah warga peserta JPN-KIS Desa Jamus pada kegiatan Posbindu PTM. Foto : ist

DEMAK (Jatengdaily.com) – Upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, terutama warga desa-desa binaan intensif dilaksanakan Puskesmas Mranggen II. Termasuk di antaranya mengadakan fasilitasi teknis desa JKN di Desa Jamus Kecamatan Mranggen, yang merupakan bagian dari penguatan promotif – preventif.

Kepala Puskesmas Mranggen II, dr Haerudin menuturkan, desa JKN merupakan desa yang hampir seluruh penduduknya menjadi peserta JKN-KIS. Atau dengan kata lain kepesertaan JKN lebih dari 95 persen. Dari total sembilan desa yang masuk wilayah kerja Puskesmas Mranggen, tiga di antaranya terkategori desa JKN. Ketiga desa tersebut adalah Desa Candisari, Wringinjajar dan Jamus.

Lebih lanjut disampaikan, tujuan fasilitasi teknis desa JKN yaitu agar masyarakat desa merasakan manfaat program JKN-KIS meskipun tidak dalam kondisi sakit. Adapun kegiatannya berupa pemberian akses pelayanan secara optimal kepada masyarakat yang ada di wilayah desa JKN.

“Ini sebagai bentuk dukungan untuk pemerintah desa yang telah memastikan masyarakat desanya mengikuti program JKN,” urainya.

Sedangkan termasuk kegiatan fasilitasi teknis desa JKN meliputi skrining riwayat kesehatan, yang bersinergi dengan kegiatan Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM). Dilanjut dengan senam dan edukasi.

Sementara skrining kesehatan yang dimaksud meliputi pemeriksaan tekanan darah untuk mengetahui ada tidaknya hipertensi pada seseorang. Lanjut tahap berikutnya pemeriksaan gula darah sewaktu, sebagai bagian skreening diabetes melitus.

Sebab dua penyakit ini lah yang sangat mendapatkan perhatian dari program JKN. Sehingga ketika seseorang terdiagnosa menderita hipertensi atau darah tinggi, dan atau diabetes melitus, dapat segera dilakukan pengelolaan secara teratur setiap bulan. Selanjutnya mereka akan mendapatkan obat penurun tekanan darah maupun gula darah.

“Jadi walaupun peserta BPJS atau JKN-KIS itu sakit tetapi terkontrol. Dengan begitu kualitas hidupnya terjamin dari sisi kesehatan,” tandas dr Haerudin. rie-st

Share This Article
Exit mobile version