Metode Rockpot, Tes Kebugaran Calhaj

Para jemaah calon haji di wilayah kerja Puskesmas Wonosalam II berfoto bersama, setelah melaksanakan tes kebugaran metode rockpot. Sebagai upaya menyiapkan kevugaran jasmani saat menjalankan ibadah haji.Foto:rie

DEMAK (Jatengdaily.com) – Kondisi covid-19 yang berangsur membaik menuju endemi tentunya menjadi kabar baik untuk semua. Tak terkecuali ketika pemerintahan Arab Saudi membuka pintu lebar-lebar bagi para calon jemaah haji (calhaj), pastinya menjadi kabar menyejukan pula bagi semua muslim yang telah siap menjadi tamu Allah SWT di Masjidil Haram.

Demi menunjang kesehatan calhaj yang akan berangkat ke tanah suci, Puskesmas Wonosalam II melaksanakan tes kebugaran metode rockpot. Hal ini mendasar Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2016 Tentang Istithaah Kesehatan Jemaah Haji, yang menyatakan bahwa seluruh jemaah haji harus dilakukan pemeriksaan dan pembinaan kesehatan agar tercapai kondisi istithaah kesehatan haji.

Kepala Puskesmas Wonosalam II Muazaroh SKM MKes menjelaskan, tes metode rockport dilaksanakan untuk mengetahui tingkat kebugaran calon jamaah haji dalam kategori baik, cukup, atau kurang. “Hasil tes rockport dapat digunakan untuk menentukan aktifitas fisik yang sesuai dengan kondisi fisik masing-masing calhaj,” ujarnya, didampingi Promkes Pemberdayaan Masyarakat Puskesmas Wonosalam II, Yulianti.

Adapun metode rockpot dilakukan dengan cara jalan cepat atau jogging dengan jarak tempuh 1,6 kilometer atau sesuai kemampuan. Kemudian dilakukan perhitungan waktu tempuh dalam hitungan menit, sambil dihitung denyut nadinya selama satu menit.

Bertempat di Lapangan Desa / Kecamatan Wonosalam, metode rockpot dilaksanakan sebanyak dua kali. Yakni enam bulan dan tiga bulan sebelum pemberangkatan haji. Dimaksudkan menyiapkan kondisi fisik calhaj yang akan beradaptasi cukup lama di tanah suci, sehingga memerlukan latihan fisik yang rutin untuk menunjang kebugaran jasmani calhaj.

“Berdasarkan Permenkes Nomor 15 tahun 2016 tentang istitha’ah kesehatan haji, terselenggaranya pemeriksaan kesehatan dan pembinaan kesehatan jamaah haji dimaksudkan agar keseluruhan rukun ibadah haji terlaksana sesuai ketentuan agama Islam. Sehubungan kesehatan fisik dan mental yang terukur, berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan yang dapat dipertanggung jawabkan pula,” tandasnya. rie-st

Share This Article
Exit mobile version