PEKALONGAN (Jatengdaily.com)- Program Studi (Prodi) D3 Perencanaan Tata Ruang Wilayah dan Kota (PTRWK) Kampus Pekalongan Undip, menggelar Kegiatan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3M) bertajuk Kegiatan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Urban Farming: Sistem Aquaponik Desa Tanjung Kulon.
Dalam acara yang berlangsung di Balai Desa Tanjung Kulon, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan tersebut telah diselenggarakan pada Jumat (22/10/2022) dan mendapat sambutan positif dari warga.
Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat ini dihadiri oleh Tim Pengabdian yaitu Brian Pradana MT, Retno Susanti MT, dan Nofa Martina Ariani MT,
Perangkat Desa Tanjung Kulon, Himpunan Mahasiswa D3 Perencanaan Tata Ruang Wilayah dan Kota Kampus Pekalongan (HMPSDPWK) serta peserta pelatihan sejumlah 35
peserta.
Brian Pradana mengatakan, warga yang datang sangat antusias mengikuti acara pelatihan dasar aquaponik yang terdiri dari pembuatan, perawatan, dan pengembangan budidaya tananaman dan ikan.
”Diharapkan dengan adanya P3M ini dapat memberikan edukasi terkait dengan aquaponik dan mendorong masyarakat untuk tetap produktif dengan memanfaatkan lahan yang sempit untuk menanam dan juga budidaya ikan sehingga dapat meningkatkan perekonomian warga di lingkungan Kampus Undip Pekalongan. Antusiasme peserta terlihat dari awal sampai akhir acara dan ini dapat menjadi modal awal yang penting dari ketertarikan pada aquaponik,” jelasnya, Rabu (2/11/2022) dalam rilisnya.
Sedangkan sesi materi diisi oleh Angelo Di Lorenzo dan Rifka Atmajaya dari Kans.id. Angelo Di Lorenzo menjelaskan alasan dan solusi dari permasalahan pertanian di Indonesia yaitu usia petani muda berkisar 35 – 44 tahun yang artinya regenerasi petani di Indonesia saat ini masih minim.
Dalam kesempatan ini, Angelo juga menjelaskan terkait dengan elemen kunci akuakultur berupa aquaponik untuk ikan dan hidroponik untuk tanaman yang terdiri dari beberapa metode yaitu NFT (Nutrient Film Technique ialah mengacu pada sistem) dan DFT (Deep Flow TechniqueI ialah ialah memanfaatkan genangan air), rakit apung, dan pasang surut.
Sementara Rifka Atmajaya menjelaskan Biofiltrasi guna mengurangi resiko ammonia dan nitrit agar hasil panen maksimal. Kemudian dilanjut tanya jawab dari masyarakat yang mengikuti Kegiatan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Urban Farming: Sistem Aquaponik. Dalam sesi tanya jawab peserta sangat antusias dan tertarik dalam kegiatan aquaponik ini. Mereka bertanya terkait dengan benih efektif yang digunakan serta bagaimana perawatan alat aquaponic.
Setelah pemberian materi oleh narasumber, seluruh peserta P3M melakukan kegiatan praktik merakit akuaponik. Seluruh peserta dibantu oleh narasumber, tokoh masyarakat, tim pengabdian dan HMPSDPWK melakukan perakitan alat akuaponik yang sudah disediakan tim pengabdian P3M.
Pengerjaannya dilakukan dengan membagi peserta menjadi dua kelompok yang masing-masing kelompok didampingi oleh fasilitator. Setelah selesai merakit dilanjut pada penyemaian bibit caranya ialah memotong rockwool, membasahi rockwool dan penanaman bibit. Serta memasukkan ikan pada bak akuaponik. Serangkaian praktik telah selesai dan dilanjut dengan penutupan dan penyerahan akuaponik secara simbolis kepada Kepala Desa Tanjung Kulon. she


