Pemkab Demak Gelar Pendidikan dan Etika Budaya Politik

Bupati dr Hj Eisti'anah saat memberikan sambutan pengarahan tentang partisipasi politik dan lanjut melepas peserta pendidikan politik dan etika budaya politik dengan ziarah kebangsaan, bersama Badan Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Demak. Foto: rie

DEMAK (Jatengdaily.com) – Sukses penyelenggaraan pesta demokrasi terlihat dari tingkat partisipasi politik masyarakat. Dalam rangka meningkatkan partisipasi politik masyarakat pada pemilu serentak 2024, Badan Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Demak menyelenggarakan pendidikan politik dan etika budaya politik, Jumat (4/11/2022).

Bertempat di gedung Ghradika Bhakti Praja, kegiatan diagendakan tiga hari mulai 4-6 November 2022 itu mengusung tema “Peningkatan Partisipasi Politik Masyarakat Melalui Ziarah Kebangsaan tahun 2022”. Hadir sebagai narasumber Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Demak H Muhammad Fatkhurrohman yang memberikan materi wawasan kebangsaan dalam peningkatan partisipasi politik masyarakat. Serta Ketua MWC NU Mranggen KH Abdullah Zaini, yang memberikan materi partisipasi politik warga Nahdliyin.

Bupati Demak dr Hj Eisti’anah dalam sambutan arahannya menyampaikan, berkat partisipasi masyarakat yang tinggi pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak pada 16 Oktober di 182 desa relatif berlangsung kondusif. “Dalam pesta demokrasi pasti ada yang menang dan kalah. Itu hal wajar. Alhamdulillaah 182 kades terpilih sudah dilantik pada 2 November lalu,” kata bupati.

Bagi pihak yang menang, harus bertanggungjawab terhadap amanah yang diberikan, dengan mengayomi semua rakyat baik yang mendukung maupun tidak. Serta segera membangun esa memberikan pelayanan masyarakat.

Sedangkan yang kalah, hendaknya legawa. Semoga pada kontestasi mendatang, jika ikut serta lagi, dapat menjadikannya bahan evaluasi dan instrospeksi diri.

Lebih lanjut Bupati Eisti’anah menuturkan, Pilkades sebagai pemanasan menyambut Pemilu 2024. Sebab setelahb182 desa, Pilkades akan dilaksanakan di 54 desa pada 2023 dan tujuh desa sisanya di 2024. “Karena berbarengan dengan pemilu serentak, pilkades tahap III sedang dalam tahap pembahasan. Terkait perlu tidaknya dilakukan percepatan pelaksanaan,” ungkapnya.

Namun terlepas dari itu semua, lanjut bupati, yang tak kalah penting adalah doa semua komponen masyarakat termasuk restu para kiai, alim ulama sehingga Kabupaten Demak senantiasa aman dan kondusif. Sebab selain partisipasi rakyat dalam pemilu, situasi kamtibmas yang aman dan kondusif modal menentukan arah pembangunan daerah.

Di sisi lain, Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Demak H Muhammad Fatkhurrohman didampingi Plt Kabid Poldagri dan Ormas Heri Sukotjo menambahkan, Pendidikan Politik dan Etika Budaya Politik yang diikuti 90 pengurus MWC NU, Muslimat dan Fatayat itu dalam rangka meningkatkan partisipasi politik masyarakat. Utamanya mengahadapi pemilu serentak 2024.

“Sebab etika and moral politik menjadi kunci sukses pesta demokrasi. Terlebih ketika partisipasi politik masyarakat dalam suatu negara demokrasi adalah hal paling substansial. Sebab indikator kualitas demokrasi ditentukan tinggi rendahnya partisipasi politik masyarakat,” urainya.

Selain itu, pendidikan politik juga dimaksudkan meningkatkan pengetahuan, mengasah kemampuan, sekaligus menggunggah sikap mental masyarakat. Sehingga berperan aktif dalam upaya meningkatkan partisipasi politik salam pemilihan umum.

“Di samping juga meminimalisir image bahwa pemilu hanya bicara soal menang dan kalah. Serta menghilangkan pemikiran bahwa pemilu hanya seputar taruhan untuk memenangkan pertarungan. Bahwa yang sebenarnya adalah partisipasi dalam pemilu penting untuk tentukan arah pembangunan bangsa,” pungkasnya. rie-yds

 

Share This Article
Exit mobile version