Rp 62 Miliar untuk Bantuan RTLH di Demak

Bupati dr Hj Eisti'anah didampingi Ketua BAZNAS Kabupaten Demak H Bambang Susetyarto saat menyerahkan bantuan RTLH senilai 15 juta rupiah kepada Muatipah, warga di Kecamatan Kebonagung. Foto : ist

DEMAK (Jatengdaily.com) – Upaya peningkatan keberdayaan, perlindungan, dan rehabilitasi sosial intensif dilakukan Pemkab Demak. Bahkan anggaran senilai Rp 62 miliar telah digelontorkan pada 2022 untuk bantuan rumah tidak layak huni (RTLH).

Bupati dr Hj Eisti’anah menyampaikan, bantuan RTLH merupakan salah satu upaya pemda mengentas kemiskinan. Di samping meningkatkan keberdayaan, perlindungan dan rehabilitasi sosial.

“Pada kesempatan ini pemda bekerjasama BAZNAS Demak. Uang sebesar 600 juta rupiah kita berikan untuk bantuan RTLH sebanyak 40 unit,” kata bupati didampingi Ketua BAZNAS Kabupaten Demak H Bambang Susetyarto, saat menyerahkan bantuan RTLH dari BAZNAS Kabupaten Demak secara simbolis di Kecamatan Kebonagung, Rabu (21/12).

Selain dengan BAZNAS Demak, lanjut bupati, pemda juga menggandeng banyak pihak agar semakin banyak masyarakat kurang mampu bisa memiliki rumah layak huni. “Kita terus berupaya. Alhamdulillah 2022 saja, pemda dengan berbagai pihak menggelontorkan dana lebih dari 62 milyar untuk bantuan 3.653 unit RTLH,” imbuhnya.

Tak lupa orang nomor satu di Pemerintahan Kabupaten Demak itu pun meminta agar masyarakat turut serta bergotong royong melaksanakan pembangunan RTLH. Selain bertujuan untuk mempercepat proses pembangunan, juga sebagai salah satu upaya menumbuhkan kebersamaan dan mempererat rasa persaudaraan.

Bupati Eisti juga menambahkan, bahwa semua tentu berharap masyarakat bisa memiliki rumah layak huni sesuai dengan standar keselamatan dan ketahanan bangunan. Ini sangat penting mengingat rumah sebagai tempat tinggal, tidak hanya sebatas sebagai tempat berteduh semata tetapi juga sebagai media interaksi sosial keluarga.

“Menjadi harapan bersama, program ini bisa meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat, mengingat bantuan ini juga akan memacu tumbuhnya kesadaran, kemauan dan kepedulian masyarakat dalam menciptakan kondisi perumahan yang layak huni dalam lingkungan yang sehat dan teratur. Semoga nantinya akan tumbuh partisipasi swadaya masyarakat dalam menuntaskan perbaikan rumah tidak layak huni,” tuturnya.

Di tahun 2023 bupati berjanji pemkab akan terus berupaya menggandeng berbagai pihak agar lebih banyak masyarakat Demak yang memiliki rumah layak huni sesuai dengan standar keselamatan dan ketahanan bangunan. rie-yds

Share This Article
Exit mobile version