SEMARANG (Jatengdaily.com)- Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang membuat Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Terbuka (UT) terkait penerapan Program Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Kesepakatan tersebut dilakukan untuk saling memperkuat melalui berbagi pengalaman dan melakukan upaya bersama sesuai kompetensi masing-masing.
Wakil Dekan I Sekolah Vokasi Undip, Dr Ida Hayu, menjelaskan bahwa kerjasama ini mencakup beberapa jurusan yakni Kearsipan, Perpustakaan, Sastra Inggris Bidang Penerjemah dan Ilmu Komunikasi. Selain itu kerjasama juga ditujukan untuk penguatan Program Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Perguruan tinggi merupakan suatu wadah atau tempat yang dapat berperan dalam mengembangkan strategi pendidikan. Bicara tentang perguruan tinggi pasti tak lepas dari Tri dharma perguruan tinggi, yang terdiri dari Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat,” kata Ida Ayu, Kamis (28/07/2022) dalam siaran persnya.
Diungkapkan, penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan di Gedung Lantai 4 Sekolah Vokasi Undip pada Kamis (21/07/2022). Dari Sekolah Vokasi Undip diwakili oleh Wakil Dekan I Sekolah Vokasi Undip, Dr Ida Hayu Dwimawanti MM; sementara dari FHISIP UT diwakili oleh Dr Sofjan Aripin Msi selaku Dekan.
Ida Hayu menjelaskan, kerjasama ini mencakup beberapa jurusan yakni Kearsipan, Perpustakaan, Sastra Inggris Bidang Penerjemah dan Ilmu Komunikasi. Selain itu kerjasama ini juga mencakup penguatan Program Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi penelitian dan pengembangan, pendidikian dan pengajaran, serta pengabdian kepada masyarakat.
Ia menjelaskan, poin pertama pada Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan dan Pengajaran. Hal ini sangat perlu dilakukan dalam keberlangsungan pendidikan di suatu institusi pendidikan baik itu Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, Akademi, ataupun bentuk lainnya.
Pendidikan dan Pengajaran merupakan suatu usaha dalam pembentukan pribadi agar sesuai dengan pedoman yang berlaku. Selain itu, pendidikan merupakan usaha sadar yang sudah direncanakan untuk dapat mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar mahasiswa dapat mengembangkan potensi dirinya.
Selanjutnya, poin kedua dari Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah mengadakan penelitian dan pengembangan. Hal ini untuk mencapai tujuan Perguruan Tinggi yaitu memiliki SDM (Sumber Daya Manusia) yang kreatif, cerdas, dan kritis.
Salah satu bentuk kontribusi agar bangsa terus maju dan berkembang yakni dengan menerapkan penelitian dan pengembangan. Kedua hal tersebut akan berdampak positif pada bidang ekonomi, pendidikan, sosial dan sektor lainnya. “Maka dari itu, para mahasiswa maupun tenaga pendidik harus terbiasa membuat penelitian dan membuat laporan pelaksanaan tugas sesuai bidangnya. Hal ini untuk memajukan perguruan tinggi agar lebih berkualitas,” tuturnya.
Sedangkan poin Tri Dharma Perguruan Tinggi yang ketiga adalah pengabdian kepada masyarakat, yakni dengan terjun langsung ke lapangan untuk membantu masyarakat tertentu dalam beberapa aktivitas. Salah satu contoh untuk dapat mengabdi kepada masyarakat yakni mengadakan workshop atau seminar. Dimana dalam pengadaan workshop atau seminar harus memiliki tim yang solid dan satu tujuan yang sama.
Menurutnya, kerjasama dengan UT merupakan upaya untuk saling melengkapi dan memberikan manfaat. Dengan kerjasama ini diharapkan tidak hanya sebatas dokumen saja namun harus ada aksi nyata. “Pihak Sekolah Vokasi maupun UT akan bertanggungjawab sepenuhnya atas apa yang sudah disepakati dalam PKS. Semua PKS harus terlaksana dengan baik,” tambahnya..
Sementara itu, Dekan FHISIP UT, Dr Sofjan Aripin MSi menuturkan kerjasama dengan Sekolah Vokasi merupakan penekanan kebijakan pemerintah mengenai kolaborasi antar universitas. Menurutnya, semua aspek yang telah dikerjasamakan harus nyata dan sesuai dengan penguatan program studi. Jangan sampai sebuah program studi harus direncanakan dengan matang dan tentunya bermanfaat bagi masyarakat. “Dalam PKS kali ini, dalam setahun diharapkan akan ada 2 sampai 3 aksi nyata yang menguntungkan Sekolah Vokasi maupun UT,” katanya. she
