Untag Launching 15 Jurnal Ilmiah Pada Festival 17

Sebagai rasa syukur dibukanya launching 15 jurnal ilmiah pada festival 17 Untag Semarang, Rektor Prof. Dr. Drs. Suparno, MSi, yang didampingi oleh Ketua Pembina YPP 17 Agustus 1945 Semarang Prof. Dr. Sarsintorini Putra, SH. MH telah menyerahkan potongan tumpeng kepada salah satu dosen penerima hibah penelitian, yang diselenggarakan di Kampus Untag Jl. Pawiyatan Luhur Semarang, belum lama ini.Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang melaunching 15 jurnal ilmiah dan hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PPM) melalui festival 17 Untag tahun 2022, yang digelar di Gedung Grha Kebangsaan Kampus Untag Jl. Pawiyatan Luhur Semarang, belum lama ini.

Sebagai rasa syukur, maka pada acara launching tersebut dilakukan penyerahan dana stimulan dan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Rektor Untag Prof. Dr. Drs. Suparno, MSi dan Ketua Pembina YPP 17 Agustus 1945 Semarang Prof. Dr. Sarsintorini Putra, SH. MH, yang selanjutnya potongan tumpeng tersebut diserahkan kepada perwakilan dosen penerima hibah penelitian dan pengabdian.

Ketua Lembaga Penelitian Untag Dr. Honorata Ratnawati Dwi Putranti, SE, MM, dalam laporannya menyampaikan bahwa jurnal Untag telah bertambah, dari 6 menjadi 24 jurnal, yang sebagian sudah terakreditasi, baik sinta 2, 3, 4 dan 5.

Menurutnya, prestasi ini merupakan respon cepat dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin meluas, dan tuntutan kebutuhan akan publikasi ilmiah, baik bagi dosen maupun mahàsiswa.

Baca Juga: 79 Mahasiswa Baru Untag Menerima Kartu Indonesia Pintar

Lebih lanjut Dr. Ratnawati mengungkapkan bahwa dari jurnal jurnal yang hari ini di launching, diantaranya sedang diproses akreditasi sinta. Untuk itu Lembaga Penelitian Untag akan terus bekerja keras bersama para pengelola jurnal, agar jurnal yang ada akan semakin berkualitas, karena publikasi ilmiah dari dosen maupun mahasiswa ini bukan hanya berguna bagi dirinya saja, tetapi juga penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sementara Ketua Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM) Dr. Agus Wibowo, SH. MSi juga menyatakan upaya yang ditempuh LPM untuk memberi ruang bagi hasil hasil pengabdian masyarakat, penelitian aksi (action reasearch) dan pemberdayaan yang sangat berguna bagi masyarakat dan negara.

Rektor Untag Prof. Suparno dalam sambutannya menyampaikan bahwa bukan hanya dosen saja yang berkewajiban melakukan publikasi ilmiah, namun juga mahasiswa melalui skripsi, tesis dan disertasi harus melakukan publikasi ilmiah.

Menurutnya, tanpa adanya publikasi ilmiah, ilmu pengetahuan tidak akan berkembang. Terlebih kita hidup di zaman dimana riset sudah sangat maju dan terus berkembang. Maka proses pengembangan ilmu pengetahuan ini diperlukan media untuk menyampaikan informasi yang dapat digunakan sebagai referensi dasar dalam pengembangan bidang ilmu tertentu.

Dengan pengembangan ilmu pengetahuan yang diuraikan melalui publikasi jurnal ilmiah diharapkan dapat meningkatkan ilmu pengetahuan agar berkembang.

Untuk mendukung karya karya tersebut, Untag telah memberikan suport kepada para dosen untuk melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, maka Untag telah mengucurkan dana sebesar 250 juta sebagai upaya agar karya dosen Untag dapat terus tersebar dan memberi kontribusi bagi negara dan bangsa.

Prof. Suparno berharap para pengelola jurnal tidak boleh berhenti begitu saja, tetapi bagaimana jurnal semakin baik dan terus meningkat, yang ditunjukan dari akreditasi jurnal yang terus naik stratanya. Untuk itu dia berpesan agar penerima hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat segera melaksanakan tugas, dan hasilnya segera dipublikasikan di jurnal nasional maupun internasional.st

Share This Article
Exit mobile version