USM Gandeng PWI Jateng Gelar In House Training Jurnalistik, Amir Sebut Menulis Diperlukan Passion

Rektor USM Dr Supari ST MT menandatangani MoU dengan Ketua PWI Proinsi Jateng, Amir Machmud SH MH di auditorium USM, Senin (17/01/2022). Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Rektor Univesitas Semarang (USM) Dr Supari, ST MT secara resmi membuka kegiatan In House Training, Praktik Jurnalistik Tim Media USM bekerja sama dengan PWI Provinsi Jateng, di auditorium USM, Jalan Sukarno Hatta Semarang, Senin (17/01/2022).

Rektor menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan MoU atau kerja sama antara USM dengan PWI Jawa Tengah yang sudah dilakukan pada 29 Desember 2021 lalu.

“Kegiatan ini tindak lanjut dari MoU sudah sudah ditandatangani kemarin. Sampai hari ini belum ada tiga minggu sudah ditindaklanjuti,” ujarnya di hadapan para peserta In House Training.

Menurut Supari, MoU yang dilakukan tidak jauh dari Tridharma Perguruan Tinggi yang intinya menyangkut kompetensi kegiatan SDM. “Kegiatan ini sudah pas. Harapannya tidak ada lagi setiap hari tanpa berita dari USM,” katanya.

Saat ini USM memiliki beberapa media dalam kegiatan publikasi seperti Warta USM, TV USM, website USM, dan radio. Melalui kegiatan ini diharapkan Warta USM nantinya ada peningkatan tentang diksi dan narasi. “Jadi tidak hanya Warta USM, tapi seperti radio, tv, dan website USM ini kedepan jadi obyek yang terus digarap,” pungkasnya

Diperlukan Passion
Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah Amir Machmud menekankan dalam dunia jurnalistik atau menulis diperlukan passion dan hasrat kegembiraan agar hasil tulisan yang dihasilkan memiliki nilai lebih.

Kegiatan yang akan berlangsung hingga Kamis (20/1) ini diikuti sebanyak 30 dari tim humas USM, TV USM, dan beberapa dosen USM. Kegiatan diisi oleh pemateri dari pengurus PWI Provinsi Jawa Tengah.

“Passion dan hasrat kegembiraan diperlukan. Karena ketika masuk dunia jurnalistik dengan hati dan dengan rasa, sehingga akan melahirkan transformasi sikap dalam bermedia yang selalu menggairahkan dan menggembirakan. Maka itu akan melahirkan karya yang lebih, bukan karya formal,” tuturnya.

Dikatakan, sebuah karya tulisan apabila ditulis dengan penuh gairah, maka hasilnya berbeda jika tulisan ditulis dengan kondisi kejar target. “Menulis bukan keterpaksaan tapi keseharian dalam jiwa akademisi. Kita butuh publikasi kegiatan kegiatan seperti seminar sebagai universitas sebagai kantong akademik. Menulis sebagai ungkapan kegembiraan, tanpa itu sulit memotivasi diri melahirkan karya yang hebat,” tandasnya.

Pihaknya menyadari saat ini seperti humas harus menyelesaikan pekerjaan publikasi, mahasiswa harus selesaikan karya tulis skripsi tesis dan lainnya, sebagai dosen yang bergelut jurnal ilmiah juga harus selesaikan untuk raih angka kredit.

“Mari kawan kawan USM, kita bangun kehumasan di USM ini dengan semangat kehumasan. Menjadikan kehumasan sebagai ruang yang punya kualitas nilai dan kualitas makna yang akan memberikan kekuatan publisitas bagi USM,” tambahnya.st

Share This Article
Exit mobile version