Banjir di Kota Pekalongan, Ribuan Orang Mengungsi

Ganjar Pranowo. Foto: dok/humas

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid menyampaikan selama penanganan banjir di wilayahnya masih terkendala pada peralatan penyelamatan perahu kecil. Sebab banyak warga yang dievakuasi berada di perkampungan kecil

“Kita butuh tambahan perahu kecil untuk evakuasi warga di kampung. Kemarin kesulitanya di sana, tidak bisa menjangkau rumah-rumah warga di perkampungan kecil,” pinta HA Afzan Arslan Djunaid kepada Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Senin (2/1/2023).

Terkait adanya beberapa warga yang tidak mau mengungsi, pihaknya sudah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat sekitar. Total pengungsi di Kota Pekalongan mencapai 1.982 pengungsi.

“Ligistik dapur umum dari Dinsos sudah berjalan. Untuk warga yang tidak mau mengungsi, kami masih butuh kordinasi maupun peran dari lurah hingga tokoh setempat,” ungkapnya.

Dampak paling parah berada di Pekalongan barat. Sebab, meski sejumlah wilayahnya mulai berangsur surut, namun di Pekalongan Barat terjadi limpasan air Sungai Bremi dan Sungai Meduri.

“Sungai Bremi dan Sungai Meduri masih parah, dampaknya ke Pekalongan Barat. Lokasinya juga dekat dengan kabupaten Pekalongan. Sebelah timur kota, barat kabupaten, jadi kalau meluapsemua kena dampaknya,” ujarnya.

Meski masih ada yang mengungsi, ia menyebut debit air sudah mulai berangsur turun dari yang sebelumnya mencapai ketinggian 15 sentimeter hingga 70 sentimeter. Diharapkan warga bisa kembali ke rumahnya masing-masing.

“Per hari ini debit air di sungai, laut, sudah turun, pompa sudah bisa jalan. Tanggul jebol sudah kita tambal juga menggunakan karung pasir. Mudah-mudahan hari ini Pekalongan sudah bisa kembali ke rumah,” jelasnya.

Terkait informasi adanya pengungsi yang tidak mendapatkan bantuan adalah salah. Sehingga, jumlah pengungsi yang terus bertambah, membuat data penerima bantuan semakin tidak seusai.

“Bukan begitu sebenarnya, warga ngungsi ini, hari pertama sudah terus bertambah. Dari yang awalnya 2.200 orang, kami sudah siapkan 300 nasi bungkus, tapi pukul 21.00 WIB data sudah bertambah 400 orang. Jadi bukanya tidak mendapat bantuan, tapi belum dapat nasi bungkus,” tutupnya. adri-she

Share This Article
Exit mobile version