Oleh: Nurlaeli Ismilarsih, Amd
Statistisi Terampil BPS Kabupaten Tegal
INDONESIA telah menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi digital yang pesat, terutama dalam sektor E-Commerce. Apalagi setelah melewati pandemi Covid-19 dan menginjak era new normal. Bagaimana pertumbuhan E-Commerce jika dilihat dari perspektif pelaku usaha?
Data E-Commerce BPS tahun 2022 menyebutkan per 15 September 2022 ada 34,10% pelaku usaha yang melakukan kegiatan usahanya di E-Commerce atau meningkat 1,87% dibanding 31 desember 2021 yang hanya berada di angka 32,23%. Angka ini memang tidak terlalu besar jika dibanding dengan pelaku usaha yang masih nyaman menggunakan pasar konvensional akan tetapi angka ini tetap menunjukan tren meningkat.
Data Bank Indonesia yang disampaikan dalam laporan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2021, menyebutkan bahwa transaksi E-Commerce di Indonesia diproyeksi mencapai Rp. 403 triliun pada 2021. Jumlah ini menunjukan peningkatan sebesar 51,6% dibanding tahun sebelumnya yang sebsar Rp. 266 triliun. Bank Indonesia juga memproyeksikan transaksi E-Commerce Indonesia akan terus meningkat pada tahun 2022 dengan nilai mencapai angka Rp 530 triliun atau tumbuh 31,4% (YoY).
Pada tahun 2021 dari 2.868.178 usaha E-Commerce, sebanyak 1.497.655 usaha atau 52,22 persen berlokasi di pulau terpadat di Indonesia. Hal ini bisa disebabkan oleh pangsa pasar terbesar, sentra Industri, dan infrastruktur pendukung berupa koneksi internet yang memadai berada di pulau Jawa.
Peluang Ekonomi Baru E-Commerce
Maraknya pasar online atau E-Commerce diharapkan dapat menciptakan peluang ekonomi baru terutama di bidang enterpreneur. Hal ini juga diharapkan dapat memperluas lapangan pekerjaan sehingga bisa lebih banyak menyerap tenaga kerja dan mengurangi angka pengangguran. Berbagai kemudahan yang diperoleh melalui pasar online, jangkauan yang luas dan tanpa batas, dan kemudahan akses internet membuat pasar usaha ini dilirik berbagai kalangan.
Dari data Survei Sosial Ekonomi yang dilakukan oleh BPS, persentase penduduk usia 5 tahun ke atas yang pernah mengakses Internet dalam 3 bulan terakhir secara umum berada di angka lebih dari 50% kecuali di NTT dan Papua.
Peran Gen Z dan Generasi Milenial dalam mengubah Landscape Ekonomi Digital
Dilirik dari pelaku usaha, usaha E-Commerce dikuasai oleh generasi milenial atau kelompok individu yang lahir antara tahun 1980-1995 atau pada saat ini berada di usia antara 27-44 tahun. Pelaku usaha E-Commerce yang berada pada rentang usia 35-44 tahun sebanyak 34,47 persen pada tahun 2022 dan yang berada di rentang usia 25-34 tahun sebanyak 23,37 persen. Hal ini menunjukan pelaku usaha E-Commerce merupakan generasi milenial yang sangat lekat dengan meroketnya perkembangan teknologi.
Untuk Gen Z yang berada di rentang usia 18-25 tahun juga mulai mengambil peran menjadi pelaku usaha. Sebanyak 4,90 persen Pemilik usaha berada di rentang usia ini. Meskipun angkanya masih relatif kecil akan tetapi keputusan Gen Z mengambil langkah berani untuk menjadi pelaku usaha patut diberikan apresiasi.
Generasi Tua semakin melek terhadap ekonomi digital
Tidak mau kalah dengan generasi Milenial, Generasi tua (Generasi X) atau individu yang berada di rentang kelahiran 1965-1980 berada diusia 40-55 tahun saat ini juga mulai melirik pasar online. Data menunjukan ada 24,96 persen pelaku usaha berada di rentang usia 45-54 tahun dan 12,30 persen pelaku usaha berada di usia 55 tahun keatas.
Menilik pertumbuhan E-Commerce dari perspektif Konsumen
Diatas sudah dibahas pertumbuhan E-Commerce dari perspektif pelaku usaha, Pelaku usaha tidak akan berkembang jika tidak ada konsumen. Maka kita juga harus membahas pertumbuhan E-Commerce jika dilihat dari perspektif konsumen.
Sejalan dengan pelaku usaha E-Commerce, menurut hasil riset Katadata Insight Center bekerja sama dengan Kredivo menyebutkan konsumen E-Commerce juga mayoritas adalah generasi Milenial yang berada di rentang usia 26-35 sebesar 46% dan rentang usia 36-45 sebesar 20%.
Transaksi E-Commerce generasi x atau generasi tua juga menunjukan peningkatan jika dibandingkan dengan generasi Z dan milenial. Transaksi generasi Z dan Generasi milenial tercatat masih memiliki andil terbesar terhadap proporsi jumlah E-Commerce akan tetapi jika dilihat dari trennya transaksi gen Z dan Milenial memiliki tren yang menurun selama tiga tahun terakhir.
Jika dilihat secara sekilas dari beberapa media sosial atau fenomena sehari-hari ada asumsi konsumen E-Commerce sebagian besar kaum wanita akan tetapi data mengatakan sebaliknya. Menurut Katadata.co.id, jumlah konsumen laki-laki lebih besar dibandingkan konsumen perempuan. Konsumen laki-laki sebesar 63 persen sedangkan konsumen perempuan hanya 37 persen. Jadi stigma yang mengatakan Perempuan doyan belanja online terpatahkan dengan adanya data tersebut.
Bagaimana dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja?
Tidak ada data yang secara implisit menyebutkan adanya andil usaha E-Commerce terhadap penyerapan tenaga kerja akan tetapi hal ini juga tidak bisa membuat usaha E-Commerce dianggap tidak berperan dalam penyerapan tenaga kerja
BPS menyebutkan bahwa Employment to Population Ratio-EPR pada Agustus 2022 menyentuh angka 64,61 atau dapat diartikan bahwa dari 100 penduduk umur 15 tahun ke atas terdapat 65 orang yang bekerja pada Agustus 2022. EPR pada Agustus 2022 mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan Agustus 2021. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan penyerapan penduduk bekerja pada Agustus 2022.
Menurut data BPS, jumlah pengangguran pada Agustus 2022 mengalami penurunan dari angka 6,49 persen di Agustus 2021 menjadi 5,86 persen. Nilai penurunan pengangguran mencapai 7,43 persen. Jumlah pengangguran di Agustus 2021 adalah 9.102.050 orang sedangkan pada Agustus 2022 berjumlah 8.425.930 orang.
Dalam menyikapi kemajuan teknologi harus diimbangi dengan pengetahuan dan kemampuan untuk terus beradaptasi. Banyak dampak positif yang ditimbulkan dari adanya kemajuan teknologi di berbagai bidang termasuk di bidang E-Commerce. Jangan bersikap antipati dan menolak untuk berkembang.
Usaha E-Commerce yang semakin berkembang juga bisa memberikan imbas kepada penyerapan tenaga kerja dan turunnya angka pengangguran. Tentu hal ini menjadi berita yang baik dan layak untuk terus dikembangkan.
Daftar Pustaka:
- Direktorat Statistik,Keuangan, TI, dan Pariwisata. Statistik eCommerce 2022
- https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/06/22/transaksi-e-commerce-konsumen-usia-tua-terus-meningkat-ketimbang-gen-z-dan-milenial. Diakses 13 September 2023
- https://katadata.co.id/perilaku-ecommerce-2022. Diakses 13 September 2023
- https://money.kompas.com/read/2021/10/22/211000926/riset–masyarakat-lebih-banyak-belanja-online-dibanding-offline. Diakses 13 September 2023
- https://money.kompas.com/read/2021/10/22/211000926/riset–masyarakat-lebih-banyak-belanja-online-dibanding-offline. Diakses 13 September 2023
- Direktorat Statistik Keuangan, Teknologi Informasi, dan Pariwisata. Statistik Telekomunikasi Indonesia 2022. Jatengdaily.com-st
