Tak Ditemui Pj Gubernur, Buruh Yang Demo Sampaikan Aspirasi UMP dan UMK Kecewa

ILustrasi demo buruh. Foto: adri

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Puluhan massa yang tergabung dari Forum Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jateng menggelar aksi demo di Kantor Gubernur Jateng, Senin (25/9/2023). Aksi tersebut untuk menyampaikan aspirasi usulan kenaikan UMP dan UMK dengan berikan konsep upah yang baru.

Dalam aksi, massa yang dikoordinatori oleh Ketua FSPMI Jateng, Aulia Hakim meminta Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana untuk menemui massa. Namun setelah orasi 90 menit sayangnya Pj Gubernur Jateng tidak menemui. Para buruh kecewa dan diminta untuk melayangkan surat audiensi ke pihak Provinsi.

“Sebenarnya tadi kita lakukan aksi ini Pede, dia pemimpin baru biar bisa kenal buruh. Tetapi ini terjebak dalam suatu administrasi, harus pakai surat, nunggu balasan surat. Menurut kami terlalu birokrasi ini sebuah demokrasi yang semakin kebelakang,” kata Aulia Hakim dalam orasinya.

Dirinya sudah sesuai dengan aturan penyampaian aspira telah diatur dalam Undang-Undang No 9 1998 Tentang cara Penyampaian Pendapat di Muka Umum.

“Tinggal dari pihak terkait sudah menyiapkan harusnya, jangan terjebak harus pakai surat lah, mana demokrasi,” ungkapnya.

Rencana pihaknya bakal menyampaikan konsep UMP dan UMK di Jateng untuk tahun 2024 mendatang. “Kajian kami sudah panjang, dan kami angka minimal 15 persen, ini dasar hukumnya jelas. Tuntutan kami 15 persen, karena saat ini, PNS, TNI, Polri itu naik 8 persen, itu jadi landasan kami,” jelasnya.

Ajuan konsep naik 15 persen tersebut, merata di 35 Kabupaten/Kota di Jateng termasuk Kota Semarang. Sehingga UMK Kota Semarang yang saat ini Rp 3.060.349 naik menjadi sekira Rp 3.519.401.

Kembali perihal ajuan pertemuan tersebut, Auli menganggap Nana yang tergolong masih baru menjabat PJ Gubernur di Jateng, perlu adanya diskusi dengan buruh.

“Kalau beliau saat ini alasannya sibuk tidak ada waktu, ok. Besok menjelang penetapan UMP tanggal 20 November dan 39 November UMK. Kita akan melaksanakan juga aksi-aksi besar, agar bapak Nana juga paham terkait kondisi ketenagakerjaan di Jateng,” tandasnya. she 

Share This Article
Exit mobile version