SEMARANG (Jatengdaily.com)- Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menuturkan puncak musim penghujan nantinya terjadi di bulan Januari 2023-Februari 2023. Cuaca ekstrem terjadi karena dipengaruhi siklon tropis yang muncul di wilayah barat Australia.
“Kondisi cuaca yang terjadi dipengaruhi faktor angin dari benua Asia dan ada seruak udara dingin dari dataran tinggi Tibet. Ada pengaruh dari masuknya siklon tropis dari barat Australia,” kata Dwikorita.
Adanya cuaca ekstrem, dia menyarankan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang dalam tentang waktu bersamaan. Sedangkan yang menjadi perhatian yakni kerawanan seperti pohon tumbang di Jalan Raya yang membahayakan semua pengendara.
“Untuk angin kencang bisa muncul dengan kecepatan 36 knot atau setara dengan kecepatan 60 kilometer per jam. Ini yang perlu diwaspadai kami minta kepala daerah kalau ada pohon potensi tumbang perlu dipangkas. Untuk yang rawan roboh perlu ditegakan. Karena mulai tanggal 4 Januari, 5, 6, 7, 8 masih ada hujan intensitas sedang. Jadinya, situasinya masih ada genangan di Semarang,” ungkapnya.
Situasi yang lebih berat diprediksi terjadi di Jawa Tengah untuk beberapa hari ke depan. Selasa 3 Januari 2023 diperkirakan akan terjadi hujan intensitas sedang hingga lebat di Kabupaten Kota.
“Pekalongan, Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Batang, Kabupaten Demak, Kabupaten Jepara, Kabupaten Pati, Kudus, Kabupaten Sragen, Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Blora,” ujarnya, dalam rilisnya Rabu (3/1/2023)..
Sedangkan untuk tanggal 5 Januari 2023 juga ada potensi hujan lebat dan berpotensi lokasi langganan tanah longsor terutama di Kabupaten Brebes, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Banjarnegara.
“Kondisi hujan sedang saja bisa longsor karena tanahnya sudah jenuh. Bahkan Banjarnegara tanggal 4 sudah mulai waspada. Brebes juga ada banyak di lereng rawan longsor. Dan di tanggal 6 hujannya masih lebat di Purworejo dan Kebumen. Di sana sejak saya kuliah dulu selalu jadi langganan longsor. Untuk tanggal 7 akan meluas sekali ke Pemalang,” jelasnya.
Terkait potensi banjir berada di pesisir atau rob pada tanggal 8-14 Januari dan 22-24 Januari. Situasi sangat membahayakan masyarakat jika banjir rob muncul bersamaan dengan angin kencang dan hujan lebat.
“Yang berbahaya kalau kejadiannya muncul bersamaan. Hujan lebat, angin kencang dan rob justru yang patut diwaspadai. Ada juga gelombang tinggi. Di wilayah Laut Jawa yang terdeteksi citra satelit warna cokelat ketinggiannya bisa sampai 4 meter. Perlu diwaspadai di pantai selatan karena bisa sampai 3 meter,” pungkas Dwikorita. adri-she


