Kunjungan ke Demak, Wapres Tinjau Penurunan Stunting

Wapres RI KH Ma'ruf Amin didampingi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat berbincang soal penurunan stunting dengan Bupati Demak dr Hj Eisti'anah dan Kepala Puskesmas Mranggen 3 dr Haerudin. Foto: sari

DEMAK (Jatengdaily.com)- Upaya menurunkan angka stunting terus dikebut jajaran Pemkab Demak. Sinergitas lintas sektoral di bawah koordinasi langsung Bupati Demak dr Hj Eisti’anah dan Wabup KH Ali Makhsun sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Demak, 2023 jumlah stunting tersisa 2,99 %.

Saat menerima kunjungan kerja Wakil Presiden (Wapres) RI KH Ma’ruf Amin, Bupati Demak dr Hj Eisti’anah didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak dr H Ali Maimun MKes dan Kepala Puskesmas Mranggen 3 menjelaskan, data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 tercatat, prevalensi angka stunting Kabupaten Demak sebesar 25,5 persen. Akan tetapi berkat kerja keroyokan lintas OPD dan dukungan para stakeholder, tahun 2022 cakupan angka prevalensi stunting Kabupaten Demak 16,2% atau turun 9,3 persen. Harapannya turun lagi hingga di bawah 10 persen pada 2023.

“Saat ini stunting di Demak ada sekitar 2.853 dari jumlah semua balita 95.000 atau sekitar 2,99 persen. Angka tersebut berdasarkan penimbangan serentak yang dilakukan oleh kader dan bidan desa di masing-masing posyandu,” kata dr Ali Maimun.

Angka prevalensi stunting tersebut nomor dua terendah di Jawa Tengah. Serta di bawah target nasional 2024 yakni 14%. Meski pun berdasarkan SSGI Demak tercatat 16,2%.

Lebih lanjut disampaikan, stunting bukan hanya masalah kesehatan. Karena di dalamnya terdapat masalah kebersihan lingkungan, sanitasi, di samping juga persoalan gizi dan nutrisi. Maka itu lah perlunya penanganan stunting secara keroyokan, agar berhasil optimal.

Lagu Posyandu
Senada disampaikan Kepala Puskesmas Mranggen 3 dr Haerudin. Menurutnya, keberhasilan penurunan angka stunting di wilayah kerjanya berkat dukungan pemerintah desa juga dan jajaran di bawahnya.

Seperti terobosan ‘Lagu Posyandu’ atau Layanan Antar-Jemput Gerobak untuk Posyandu, yang dilakukan untuk meningkatkan kehadiran balita di posyandu. Sebab berdasarkan hasil evaluasi ternyata kasus stunting terjadi salah satunya dikarenakan kehadiran balita di posyandu yang tidak sesuai jumlah sasaran.

“Alhamdulillah sejak adanya armada kendaraan bermotor roda tiga yang dilengkapi perangkat musik sehingga bisa memutar lagu-lagu anak, ditambah operatornya yang berbusana menarik, berhasil meningkatkan kehadiran balita di posyandu. Sehingga imbasnya angka stunting turut turun,” kata dr Haerudin.

Disebutkan, pada 2020 angka stunting di wilayah kerja Puskesmas Mranggen 3 tercatat 119 balita. Berangsur menurun menjadi 84 pada 2021, dan 76 pada 2022. Sementara khususnya di desa Batursari, lokasi Puskesmas Mranggen 3, jumlah stunting semula 69 balita, kini tersisa 29 balita (2023) atau sebesar 0,9 %.

Mengenai penurunan stunting di Kabupaten Demak maupun wilayah Puskesmas Mranggen 3 mendapatkan apresiasi dari Wapres Ma’ruf Amin. “Penurunan stuntingnya bagus. Bisa dicontoh daerah lain,” pungkasnya, sambari menyerahkan bantuan nutrisi tambahan bagi balita stunting di Desa Batursari Mranggen. rie-she

Share This Article
Exit mobile version