SEMARANG (Jatengdaily.com)- Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah Muhammad Amin mengatakan, posisi media massa dalam Pemilihan Umum (Pemilu) sangat penting, karena sebagai kontrol sosial. Termasuk adalah pengawasan pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang. Selain sebagai kontrol sosial, media massa juga memberi informasi terkait dengan proses Pemilu.
”Posisi jurnalis sangat penting dalam Pemilu sebagai kontrol sosial. Perannya hampir sama dengan Bawaslu, turut dalam pengawasan agar tidak terjadi pelanggaran,” jelasnya, Senin (17/4/2023).
Muhammad Amin mengatakan hal itu dalam rapat dengan media dan stakeholder Pelatihan Peningkatan Kapasitas Jurnalis Meliput Pengawasan Pemilu 2024, di Hotel Aruss Semarang.
Sementara itu Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat Bawaslu Jawa Tengah Muhammad Rofiuddin SH MIkom mengatakan, Bawaslu dan media bersinergi dalam Pemilu 2024 dengan misi yaang sama, yakni pendidikan, pengawasan agar tidak terjadi pelanggaran, dan kontrol sosial. Pasalnya media massa senagai pusat informasi utama. Di dalamnya, ada televisi, radio, koran, dan media online untuk menyebarkan informasi dan menjangkau masyarakat. ”Berdasarkan riset, media merupakan arus utama informasi untuk menyebarkan informasi ke masyarakat,” jelasnya.
”Bawaslu punya peran, media punya peran, maka saling bersinergi dalam konteks mensukseskan Pemiu 2024 agar terlaksana dengan baik dan sesuai dengan ketentuan, sehingga menghasilkan pemimpin-pemimpin dan di negeri ini yang baik. Sehingga acara ini, dalam rangka upaya apa sih yang bisa kita lakukan ke media dan sebaliknya, dalam pengawasan tersebut,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Bawaslu Provinsi Jawa Tengah juga menjalin kerjasama dengan IJTI Pengurus Daerah Jawa Tengah dan LPP RRI Semarang. Kerjasama tersebut tertuang dalam penandatanganan MoU antara Bawaslu Provinsi Jawa Tengah dengan IJTI Pengurus Daerah dan LPP RRI terkait Publikasi Pengawasan Pemilu 2024. she
