Mewujudkan Lansia Kabupaten Tegal Sejahtera dan Tangguh

Oleh: Garnis Nevi Fatmawati, S.ST

Statistisi Pertama BPS Kabupaten Tegal

 

KABUPATEN Tegal saat ini mengalami bonus demografi. Setelah melewati periode bonus demografi, penduduk usia produktif yang mendominasi jumlah penduduk Kabupaten Tegal akan menggeser struktur piramida penduduk Kabupaten Tegal menuju penduduk usia tua atau lansia. Menurut UU No. 13 Tahun 1998, penduduk lanjut usia (lansia) didefinisikan sebagai mereka yang telah berusia 60 tahun ke atas.

Menurut Heryanah dalam jurnal “Aging Population dan Bonus Demografi Kedua di Indonesia” (2015), aging population adalah fenomena yang terjadi ketika umur median penduduk suatu wilayah atau negara mengalami peningkatan. Pada tahun 2022, Kabupaten Tegal telah memasuki era aging population berdasarkan hasil proyeksi penduduk, dengan persentase penduduk lansia mencapai 10,09%. Ini berarti bahwa satu dari sepuluh orang penduduk Kabupaten Tegal merupakan lansia.

Permasalahan Lansia Kabupaten Tegal

Peningkatan derajat kesehatan dan kesejahteraan penduduk Kabupaten Tegal berpotensi meningkatkan umur harapan hidup penduduk. Selain itu, penurunan tingkat fertilitas atau keinginan untuk memiliki anak juga memainkan peran penting dalam pergeseran struktur penduduk di Kabupaten Tegal. Konsekuensinya, jumlah lansia di Kabupaten Tegal meningkat baik dalam jumlah maupun proporsi. Hal ini menciptakan tantangan yang signifikan bagi pemerintah Kabupaten Tegal dan masyarakatnya dalam menghadapi era aging population di masa depan.

Pemerintah Kabupaten Tegal harus bersiap-siap menyambut era Aging Population untuk menjamin kesejahteraan dan kemandirian lansia di wilayah ini. Sejumlah masalah mungkin akan muncul ketika kita menghadapi fenomena Aging Population, termasuk peningkatan tingkat ketergantungan pada penduduk usia produktif.  Selain itu,  kualitas pendidikan dan pekerjaan penduduk lansia yang masih rendah juga menjadi permasalahan bagi pemerintah setempat. Harapannya, penduduk Kabupaten Tegal  dapat menikmati hari tua mereka dari hasil pendapatan  yang diperoleh selama masa produktif mereka atau melalui program jaminan hari tua yang ada.

Namun, data dari Susenas tahun 2022 mengungkapkan bahwa 6 dari 10 lansia di Kabupaten Tegal tidak pernah bersekolah atau tidak tamat SD. Oleh karena itu, kemungkinan kecil bagi mereka untuk memiliki pendapatan yang layak atau jaminan hari tua ketika mereka masih bekerja atau produktif. Hal ini merupakan tantangan besar bagi pemerintah Kabupaten Tegal untuk memberdayakan lansia agar dapat mandiri di usia lanjut mereka tanpa perlu khawatir untuk  pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Selain tingkat pendidikan yang masih rendah, persentase melek huruf di kalangan lansia Kabupaten Tegal juga cukup rendah. BPS mencatat hanya sekitar 63,54 persen dari lansia di Kabupaten Tegal yang memiliki kemampuan membaca dan menulis huruf latin. Ini berarti masih ada sekitar 36,46 persen lansia di Kabupaten Tegal yang belum memiliki kemampuan membaca dan menulis.

Padahal, kemampuan membaca dan menulis memiliki dampak besar pada peningkatan kualitas hidup lansia.  Dengan kemampuan ini, para lansia dapat dengan mudah memperoleh  pengetahuan baru dan mengakses informasi dari berbagai sumber, termasuk media cetak dan elektronik, yang dapat membantu mereka menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup mereka di sisa hidupnya. Selain itu, keterbukaan informasi melalui membaca dan menulis juga mendukung terwujudnya program Pembangunan Keluarga Lansia Tangguh yang melibatkan berbagai dimensi kehidupan lansia, seperti spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial kemasyarakatan, profesional vokasional, dan lingkungan.

Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Lansia

Berdasarkan Undang-Undang No 13 Tahun 1998 Tentang Kesejahteraan Lanjut Usia mengamanatkan hak-hak lanjut usia yang perlu dijamin. Pemerintah, melalui Kementerian Sosial RI, bertanggung jawab secara bertahap dalam mewujudkan kesejahteraan lanjut usia. Di tingkat pemerintah daerah Kabupaten Tegal, terbuka peluang untuk mengimplementasikan berbagai langkah strategis yang akan berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup para lansia.

Salah satu upaya penting adalah menyediakan fasilitas kesehatan yang murah dan terjangkau oleh lansia. Selain itu, menyelenggarakan pelatihan program membaca dan menulis secara gratis untuk para lansia dapat membantu meningkatkan melek huruf dan pengetahuan mereka, pelatihan keterampilan juga perlu diperhatikan untuk mengisi kegiatan para lansia, membantu mereka menghindari perasaan jenuh dan bosan, dan mencegah depresi serta penyakit lainnya. Melalui langkah-langkah ini, diharapkan Pemerintah Daerah Kabupaten Tegal dapat memberikan perhatian yang lebih baik kepada populasi lanjut usia dan meningkatkan kualitas hidup mereka secara signifikan

Dukungan sosial dari masyarakat, khususnya keluarga terdekat, memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas hidup para lansia di Kabupaten Tegal. Dukungan ini dapat berupa dukungan emosional, finansial, maupun informasional, yang semuanya sangat dibutuhkan oleh mereka. Dengan dukungan, baik dari pemerintah maupun dari lingkungan sosial, para lansia di Kabupaten Tegal diharapkan dapat menjadi tangguh, sehat, dan sejahtera. Dukungan ini akan membantu mereka menjalani hari tua dengan lebih baik.

Daftar Pustaka

Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah. 2022. Profil Lansia Provinsi Jawa Tengah 2022. Semarang

Heryanah. 2015. Ageing Population Dan Bonus Demografi Kedua Di Indonesia. https://jurnal.ugm.ac.id/populasi/article/view/15692/10457. Diunduh pada 15 September 2023

BKKBN. 2020. Lansia Tangguh Dengan 7 Dimensi. https://golantang.bkkbn.go.id/lansia-tangguh-dengan-7-dimensi. Diunduh pada 15 September 2023. Jatengdaily.com-st

 

Share This Article
Exit mobile version