PKM FISIP Undip Dukung Upcycling Fashion Sebagai Implementasi Agenda SGDs

Tim Pendekar Klambi dan perwakilan anggota Dharma Wanita PPS Mardi Utomo. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) –Tim Pengabdian Dosen Muda Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip) yang tergabung dalam Tim Pendekar Klambi mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Panti Pelayanan Sosial (PPS) Mardi Utomo, Semarang.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengimplementasikan salah satu agenda Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan melalui program upcycling fashion.

Rangkaian kegiatan PKM yang telah berlangsung 4 Agustus 2023 ini, terdiri dari sosialisasi kampanye digital donasi pakaian bekas dan pelatihan pemanfaatan media digital untuk mendukung pelaksanaan program upcycling fashion (mendaur ulang item fashion menjadi sesuatu yang baru).

Tim diketuai oleh Palupi Anggraheni, S.IP., M.A (Departemen Hubungan Internasional) dengan anggota Yohanes Thianika Budiarsa, S.I.Kom., MGMC (Departemen Ilmu Komunikasi), Muhammad Faiq Adi Pratomo, S.I.P , M.Sc (Departemen Hubungan Internasional) dan Muhammad Subhan, S.IP, M.Internat.Rel (Departemen Hubungan Internasional). Peserta yang hadir dalam kegiatan ini adalah anggota Dharma Wanita dan staf PPS Mardi Utomo.

Sosialisasi kampanye digital donasi pakaian bekas disampaikan oleh Palupi Anggraheni, S.IP., M.A. Sosialisasi dimaksudkan untuk mengedukasi para calon donatur mengenai prosedur donasi pakaian bekas. Selama ini pakaian bekas yang diterima dari para donatur dimanfaatkan oleh PPS Mardi Utomo untuk dua hal. Selain dibagikan kepada warga binaan, pakaian bekas juga dimanfaatkan untuk bahan baku pembuatan tas. Pembuatan tas dari pakaian bekas merupakan bagian dari program upcycling fashion untuk mendukung kegiatan ekonomi inklusif berkelanjutan.

Persoalannya, pengelola PPS Mardi Utomo selama ini masih kesulitan memilah mana pakaian yang akan dijadikan bahan baku pembuatan tas dan pakaian untuk warga binaan. Oleh karena itu, Tim Pendekar Klambi menginisiasi kegiatan sosialisasi prosedur donasi pakaian dengan memanfaatkan sosial media Instagram, pembuatan poster dan selebaran. Peluncuran kampanye digital tersebut dilakukan dalam pertemuan dengan para anggota Dharma Wanita dan staf PPS Mardi Utomo di Ruang Aula PPS Mardi Utomo, Semarang.

Anggraheni, S.IP., M.A menyosialisasikan kampanye digital donasi pakaian bekas kepada para anggota Dharma Wanita dan staf PPS Mardi Utomo.

“Mengingat kendala yang dihadapi oleh pengelola, kami mengedukasi calon donatur untuk memilah pakaian yang akan didonasikan sebelum dikirim ke PPS Mardi Utomo. Misalnya pakaian untuk warga binaan dikumpulkan dalam satu kantong yang berbeda dari pakaian yang dimaksudkan untuk bahan baku tas. Pakaian seperti jilbab, baju batik bekas, atau kemeja berbahan katun bisa disendirikan karena cocok dijadikan sebagai bahan baku tas”, ujar Palupi Anggraheni, Senin (7/8/2023).

Informasi mengenai pemilahan pakaian bekas tersebut tidak hanya disampaikan kepada Dharma Wanita, tetapi juga kepada para peserta donor darah, penggiat UMKM dan pengunjung Bazaar UMKM yang hadir pada kegiatan bakti sosial di PPS Mardi Utomo.

Selain peluncuran kampanye digital donasi pakaian, Tim Pendekar Klambi juga memberikan pelatihan kepada staf media sosial PPS Mardi Utomo mengenai pemanfaatan media digital untuk pelaksanaan program upcycling fashion. Muhammad Faiq Adi Pratomo, S.I.P , M.Sc selaku narasumber memberikan pelatihan tentang penggunaan aplikasi Canva untuk mendesain materi kampanye seperti e-flyer dan caption instargram. Desain e-flyer dapat diunggah ke media sosial PPS Mardi Utomo. Selain penggunaan Canva, staf juga diajarkan cara optimalisasi Google Form dan Google Docs untuk mengelola program donasi.

Muhammad Faiq Adi Pratomo, S.I.P , M.Sc menjelaskan tentang pemanfaatan media digital untuk mendukung kampanye upcycling fashion kepada staf PPS Mardi Utomo

Sementara itu, Ketua Dharma Wanita PPS Mardi Utomo Ibu Sifa Sigit menyambut baik inisiatif program upcycling fashion ini. “Kegiatan ini membantu staf PPS Mardi Utomo bagaimana mengelola donasi pakaian. Selain itu, juga bermanfaat bagi warga binaan untuk melatih mereka hidup mandiri. Saya juga ingin menyosialisasikan ini kepada rekan-rekan di kantor dan instansi terkait untuk mulai memilah pakaian yang akan didonasikan,” ujar Sifa Sigit. she

Share This Article
Exit mobile version