DEMAK (Jatengdaily.com)- Cuaca ekstrim berlangsung saat ini menjadikan siaga bencana masih diberlakukan. Terlebih ketika hujan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi. Masyarakat pun wajib turut serta waspada, mengantisipasi terjadinya bencana banjir.
Sukses mempercepat surutnya banjir, gotong-royong membersihkan aliran sungai dari plompat atau jaring ikan yang dipasang menggunakan bambu kembali dilakukan masyarakat. Jika sebelumnya dilaksanakan di Sungai Mantri yang melintasi Desa Tugu dan Surodadi Kecamatan Sayung, pembersihan aneka jenis perangkap ikan kali ini dilaksanakan di Sungai Gendruwo Dukuh Karangwaru Desa Sidorejo juga Kecamatan Sayung, Minggu (8/1/2023).
Turut hadir bergotong-royong membersihkan aliran sungai bersama warga Dukuh Waru Sidorejo tersebut Komandan Pos TNI AL (Posal) Demak Peltu Zainuddin, Kasatpolair Polres Demak Iptu Sulkan, Wakapolsek Sayung Ipda Nurcholis serta Camat Sayung Sukarman. Di samping pula Bhabinkamtibmas dan Babinsa Sidorejo, personel BPBD Kabupaten Demak, juga jajaran Pemdes Sidorejo.
Di sela kegiatan pembongkaran sejumlah plompat, rumpon, serta jaring perangkap ikan lainnya yang dipasang warga di sepanjang 2 kilometer aliran Sungai Gendruwo, Peltu Zainuddin mengatakan, sebagai bagian dari wilayah kerja Pos TNI AL (Posal) Demak yang bertugas di bawah jajaran Pangkalan TNI AL (Lanal) Semarang yang berada di Kabupaten Demak adalah melaksanakan kegiatan Intelmar (intel maritim), Ops Kamla (operasi keamanan laut) serta Binpotmar (pembinaan potensi maritim).
“Termasuk melaksanakan tugas TNI dalam hal membantu kesulitan kesulitan rakyat di sekitarnya dengan mendukung program pemerintah daerah dalam pengendalian bencana alam salah satunya bencana banjir, dengan berkoordinasi instansi samping. Seperti mendampingi pembongkaran jaring perangkap ikan, yang berpotensi memperlambat surutnya banjir terjadi beberapa waktu lalu,” ujarnya.
Sehubungan itu Kades Sidorejo M Sofik menyampaikan terimakasih. Meski tak diharapkan kembali terjadi banjir, namun bebasnya aliran sungai dari tumpukan sampah yang terhambat rumpon maupun plompat, diyakini dapat menjadikan genangan banjir cepat surut. Berkat gotong-royong berlangsung kurang lebih tiga jam itu pun menjadikan aliran Sungai Gendruwo yang bermuara di pesisir Demak bersih dan lancar. rie-she


