Rawan Gesekan Massa, Ketua APDESI Demak Serukan Takbir Mursal Damai

Supriyanto. Foto: rie

DEMAK (Jatengdaily.com)- Ibarat dua sisi mata uang yang tak terpisahkan, demikian pula tradisi ‘Takbir Mursal’ dan masyarakat Demak di malam menjelang Idul Fitri. Beramai-ramai takbiran keliling dari kampung ke kampung, sembari mengusung replika tokoh kartun, binatang, atau pun masjid berhias lampu warna-warni.

Demi menjaga keamanan dan kondusifitas, Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Demak Supriyanto mengajak seluruh masyarakat melalui kepala desa masing-masing untuk bertakbir mursal damai. Tanpa ada gesekan antar kelompok, atau bahkan antar kampung bahkan desa.

“Saya minta seluruh rekan kepala desa yang tergabung dalam APDESI untuk mengawasi betul kegiatan takbir keliling di malam Lebaran. Termasuk berkoordinasi dengan lintas sektor seperti personel Babinsa dan Babinkamtibmas,” ujarnya, Minggu (16/4/2023).

Disebutkan kegiatan yang diselenggarakan setahun sekali itu memang kerap terjadi gesekan antar warga. Namun karena sudah tradisi, sulit dihindarkan. Maka meski demikian pihaknya tidak melarang dan mempersilakan warga untuk melakukan takbir keliling, asalkan dengan syarat tetap menjaga kondusifitas.

Selain itu sesuai kesepakatan para tokoh alim ulama di Kabupaten Demak, lanjut kepala desa Surodadi ini, peserta takbir nursal agar tidak memamerkan replika ogoh-ogoh atau patung atau benda yang bernyawa dalam arak-arakan. “Replika yang bernyawa dihimbau untuk tidak dipamerkan saat takbir keliling, diganti dengan benda mati. Seperti Ka’bah, Masjid Demak dan sebagainya,” tandasnya. rie-she

TAGGED:
Share This Article
Exit mobile version