DEMAK (Jatengdaily.com)- Gara-gara ribut di tempat hiburan karaoke, Rohmatullah (24) meregang nyawa, Minggu (12/3/2023). Kurang dari 24 jam, Satreskrim Polres Demak berhasil membekuk dua dari enam pelaku. Dua orang tersangka lainnya ditangkap keesokan harinya, sedangkan dua lagi masuk daftar pencarian orang (DPO).
Keempat tersangka tersebut adalah Sukarno alias Jun (34), Soni Setyawan (30), dan Ali Fauzan (22), ketiganya warga Desa Karangmlati Kecamatan Demak. Serta Mukti (25) warga Jatimulyo Bonang.
Saat pers rilis, Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono menyampaikan, kejadian bermula saat warga Desa Botorejo Kecamatan Wonosalam digemparkan dengan penemuan mayat lelaki bersimbah darah pada Minggu (12/3/2023) pagi. Diduga korban kecelakaan lalulintas, ternyata luka-luka pada tubuh korban adalah luka sayatan dan lebam bekas pukulan dan goresan benda tajam (gelas pecah).
Karenanya warga segera melaporkan temuan mayat itu ke Polres Demak. Dipimpin Kasat Reskrim AKP Winardi olah tempat kejadian perkara (TKP) langsung dilakukan. Serta meminta keterangan sejumlah saksi.
Hingga kurang dari 24 jam, dua tersangka berhasil dibekuk, yakni Mukti dan Soni Setyawan. Dan setelah dilakukan pengembangan, tersangka utama yakni Ali Fauzan dan Sukarno tertangkap hari berikutnya.
“Dia tersangka lainnya masuk daftar pencarian orang (DPO), serta seorang lagi adalah teman korban yang turut menghilang sejak kejadian pengeroyokan berbuntut tewasnya korban,” kata kapolres, didampingi Wakil Polres Kompol Andy, Kasat Reskrim AKP Winardi dan Kasi Humas AKP Agus Tri, Selasa (14/3/2023).
“Keempat tersangka kami kenai pasal 170 tentang pengeroyokan dan atau 351 KUHP Jo 338 KUHP tentang pembunuhan, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Sedangkan dua tersangka lagi masuk DPO, begitupun seorang teman korban yang menghilang sedang kami cari untuk diminta keterangannya,” kata kapolres.
Menurut pengakuan Ali Fauzan, keributan dengan korban berawal saat dirinya salah masuk ruang karaoke. “Di dalam ruang itu ada korban dan temannya. Melihat saya salah masuk, dia langsung melotot sambil ngomel tidak jelas,” ujar Ali.
Tak terima, Ali pun mengajak lima temannya untuk menghajar korban yang baru pertama dilihatnya itu. “Saya ambil gelas di meja luar, membungkusnya dengan jaket dan menggunakannya untuk menghantam muka korban,” kilahnya.
Satu hantaman saja gelas langsung pecah. Hingga terjadi saling dorong dan pengeroyokan tak imbang. Bahkan Ali menggunakan gelas yang telah pecah untuk menyerang korban hingga mengenai lengan kiri tepat di urat nadi.
Korban yang sudah tak berdaya berusaha melarikan diri. Namun darah yang banyak bercucuran menjadikannya jatuh di pinggir jalur lingkar Demak – Botorejo, dan menghembuskan nafas terakhir. she


