Tuku Lemah Oleh Omah, Ini Kata Bupati Demak

3 Min Read
Bupati Demak dr Hj Eisti'anah SE didampingi Sekda H Akhmad Sugiharto ST MT, Plt Kepala Dinperkim H Amir Mahmud SSos MT dan jajaran Direksi PT BPR BKK Jateng saat meninjau lokasi pembangunan baru relokasi di Desa Telogoboyo Bonang. Foto : sari jati

DEMAK (Jatengdaily.com) – Warga terdampak bencana di Kabupaten Demak kembali mendapatkan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH). Penerima manfaat program ‘Tuku Lemah Oleh Omah’ kali ini adalah delapan warga Desa Purworejo dan Desa Morodemak Kecamatan Bonang.

Bantuan pembangunan hunian layak bagi warga terdampak banjir rob yang dilokasikan di Desa Telogoboyo Kecamatan Bonang tersebut merupakan hasil sinergi Pemerintah Kabupaten Demak serta sejumlah pihak. Antara lain Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dinperkim) Kabupaten Demak melalui program relokasi.

Selain itu PT BPR BKK Jateng selaku pemberi fasilitas kredit dengan bunga rendah untuk pembelian lahan, serta PT NBI selaku penyedia bantuan material yang merupakan Tanggung Jawab Lingkungan Sosial Perusahaan (TJLSP). Di samping tentunya pemerintah desa Telogoboyo, Purworejo dan Morodemak yang telah berkolaborasi mendukung program pemerintah daerah dalam penanganan masyarakat terdampak rob.

“Terimakasih kepada semua pihak yang sudah bersinergi mendukung Pemkab Demak dalam penanganan masyarakat terdampak rob. Seperti diketahui, ada empat kecamatan di Demak telah diterjang rob. Dimulai dari Sayung, ke timur yakni Karangtengah, Bonang dan Wedung. Tak sedikit pemukiman warga menjadi tak layak huni karena tenggelam. Sehingga perlu penanganan serius dan segera,” kata bupati, Rabu (13/12/2023).

Sejak 2022, pemerintah daerah bersumber dana APBD telah memberikan bantuan perbaikan RTLH maupun pembangunan baru melalui program relokasi. Tahun lalu ada 100 unit rumah masing-masing bantuan senilai Rp 50 juta. Sementara 2023 ini ada 70 unit rumah.

“Maka itu kami apresiasi adanya program ‘Tuku Lemah Oleh Omah’. Sebab adanya sinergitas dari pihak perbankan juga perusahaan swasta melalui CSR-nya tentunya sangat membantu kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mendapatkan hunian yang layak,” lanjut bupati.

Di sisi lain, Direktur Operasional PT BPR BKK Jateng Drajat Adhitya Waldi SE MM menambahkan, sejauh ini pihaknya telah berperan aktif membantu masyarakat di Jateng memenuhi salah satu kebutuhan pokok mereka berupa tempat tinggal yang layak. Seperti relokasi di bantaran sungai di Kota Pekalongan, relokasi rusunawa Kaligawe Kota Semarang, serta penataan tematik kampung blangkon di Surakarta.

“Total pemberian kredit yang tersalurkan sebesar Rp 2,608 miliar, dengan jumlah debitur 64 nasabah. Plafon kredit bervariatif antara Rp 30 juta sampai Rp 60 juta dengan bunga 0,75 persen per bulan. Sementara angsuran mulai Rp 400 ribu sampai Rp 1 juta per bulan, atau disesuaikan kemampuan debitur,” urainya, didampingi Kepala Rusyadi Yogo Kusumo, Kepala Cabang PT BPR BKK Jateng KC Demak.

Melalui program ‘Tuku Lemah Oleh Omah’ yang difasilitasi PT BPR BKK Jateng itu, diharapkan para penerima manfaat lebih produktif dan bersemangat dalam bekerja seiring telah dibangunnya hunian baru yang layak. Dengan begitu mereka bisa menyelesaikan fasilitas kredit ringan yang diberikan. rie-st

 

Share This Article
Exit mobile version