in

Banyak Lulusan Unissula Yang Belum Diwisuda Sudah Diterima Kerja

Rektor Unissula melepas wisudawan dalam wisuda ke 89, Sabtu (15/6/2024). Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Rektor  Unissula  Prof Dr Gunarto SH MH mengatakan, Unissula selalu menjaga mutu kelulusannya. Sehingga dipercaya dalam dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Bahkan, karena mutu tersebut, banyak lulusan Unissula, yang belum mengikuti prosesi wisuda, ternyata telah bekerja.

”Ini seperti lulusan D3 dan S1 Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) yang tahun ini sudah bekerja semua, meski belum mengikuti prosesi wisuda,” jelas Rektor Unissula saat memimpin prosesi wisuda ke 89 dalam rapat senat terbuka, yang dilangsungkan Sabtu, (15/6/2024), di aula kampus Unissula Jalan Kaligawe Semarang. Dalam wisuda kali ini diikuti sebanyak 1.082 lulusan D3, S1, S2, dan Doktor dari 12 fakultas yang ada. Turut diwisuda mahasiswa asing (internasional) yakni dari Malaysia, Bangladesh, dan Timor Leste.

Seperti diketahui, lulusan FIK Unissula kebanyakan bekerja di sejumlah rumah sakit  dan pelayanan medis di Indonesia bahkan ada yang di luar negeri, seperti di Arab.

Lebih lanjut Rektor  Unissula  mengatakan, para lulusan Unissula akan mendapatkan pekerjaan kurang dari enam bulan karena rata-rata alumni Unissula masa tunggu dalam mendapatkan pekerjaan di bawah enam bulan salah satunya karena akreditasi Institusi Unissula yang sudah unggul.

Rektor juga menyampaikan selamat kepada semua lulusan, yang diharapkan bisa berkiprah di tengah masyarakat setelah ini. Selain itu, juga terus melakukan eksploitasi diri dengan terus belajar untuk meningkatkan kemampuannya agar berdaya saing, dengan kompetensi unggul sehingga bagi lulusan D3 dan S1 mudah dalam mencari pekerjaan. Pasalnya, menurut rektor bekerja adalah sesuatu yang mutlak untuk kelangsungan hidup untuk menuju kehidupan yang layak.

Turut diwisuda Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Pusdokkes Polri) Irjen Pol Dr. dr. Asep Hendradiana Sp.An-TI., Subsp.IC(K)., M.Kes.

Asep Hendradiana mengatakan, dirinya sangat bersyukur bisa lulus dari Unissula (mengambil Program Doktor Ilmu Hukum). Asep Hendradiana mengatakan restorative justice di bidang kesehatan sangat dibutuhkan, untuk mengatasi konflik antara pasien dan dokter. Langkah ini sebagai kolaborasi tenaga medis dengan masyarakat terkait dengan sadar hukum yang memberikan kebaikan pada semua pihak.

Restorative justice ini sebagai alternatif penyelesaian perkara tindak pidana yang dalam mekanisme tata cara peradilan pidana, berfokus pada pemidanaan yang diubah menjadi proses dialog dan mediasi yang melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku/korban, dan pihak lain yang terkait. she

Written by Jatengdaily.com

PSIS Perpanjang Kontrak Rizky Darmawan Dua Musim

Hari Ini Jemaah Haji Jalani Wukuf, Ini Maknanya