SEMARANG (Jatengdaily.com) – Berkat jerih payah dan inovasinya dalam menciptakan aplikasi IMPORTANT, Nurkholis S.Kep., Ners, M.Kep. dinobatkan sebagai tenaga kesehatan teladan rumah sakit tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2024. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng Yunita Dyah Suminar, SKM,M.Sc,M.Si bersama tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya kategori rumah sakit dan puskesmas se-Jateng di Surakarta, belum lama ini.
Nurkholis, yang merupakan putra bungsu dari tujuh bersaudara ini selepas dari pendidikan Keperawatan Poltekkes Semarang tahun 2003, menuju ibukota Jakarta bekerja di PT. BK Assistance medical evacuation, escort, and transportation sebagai Field Coordinator.
Pekerjaan yang sangat menantang dengan segudang pengalaman. Pasalnya, kolaborasi dengan Flight doctor mengawal pasien dengan kondisi khusus, terpasang ventilator di dalam pesawat terbang menuju rumah sakit di luar negeri (Mount Elizabeth Hospital dan National University Hospital) menjadi pengalaman yang tak terlupakan.
Hiruk pikuk kepadatan ibukota dengan berkejar waktu, memacu adrenalin menjadi kepuasan tersendiri saat pasien tiba di tempat tujuan dengan selamat.
“Alhamdulilah saya bersyukur dan menikmati aktivitas selama di ibukota, tidak semua orang mendapat kesempatan tersebut. Saat di Jakarta, saya juga sempat bergabung di International SOS An AEA Company”, tutur Nurkholis.
Dengan bekal pengalaman hiruk pikuk di ibukota, termasuk menjadi bagian dari tragedi bom kuningan di Kedubes Australia (2004), Nurkholis yang terlahir di Demak, 25 Oktober 1982 ini memutuskan untuk mencari kemapanan di dekat kota lahir dengan bergabung di RSUD Tugurejo (sekarang RSUD dr. Adhyatma, MPH/RSDA) pada tahun 2005 sebagai tenaga perawat harian lepas.
“Karena saya punya pengalaman di Jakarta, saat itu langsung ditempatkan di Ruang ICU dan alhamdulillah di tahun 2006 saya lolos seleksi CPNS dari jalur umum, dan itu menjadi awal karir saya sebagai ASN di RSDA. Setelah empat tahun di ICU, dengan bekal pendidikan lanjut di Universitas Muhammadiyah Semarang, saya mendapat kesempatan mengelola bangsal bedah dewasa”, ujar Nurkholis.
IMPORTANT Membawa Keberkahan
Berawal dari tuntutan keterbukaan informasi ketersediaan tempat tidur di rumah sakit, menjadi bahan renungan Nurkholis yang merasa prihatin karena sering terjadi komplain dalam pencarian kamar kosong saat pasien hendak dirawat. Kendati bukan sebagai ahli dan pakar teknologi informasi, Nurkholis berhasil meramu sistem informasi tempat tidur terintegrasi yang bisa diakses secara terbuka dan realtime.
Dengan latar belakang pendidikan Magister Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan UNDIP (Angkatan 2017), sekaligus tim pengembang Rekam Medis Elektronik (RME) di RSDA, Nurkholis memadukan informasi tempat tidur dan manajemen ruang perawatan berbasis data elektronik yang tertuang dalam RME.
Kepala Ruang Bedah Dewasa RSDA sejak 2014 tersebut memiliki alasan tersendiri. Pasalnya di era digital, rumah sakit dituntut memberikan kemudahan akses informasi tempat tidur dengan akurasi data realtime. Penggunaan buku inden konvensional di ruang perawatan menjadi tidak efektif lagi karena menimbulkan missinformasi dan kesenjangan akurasi informasi tempat tidur yang terhubung di aplikasi mobile JKN.
Suami dari Wahyu Sari Hastuti dan ayah dari Fakhri (Kelas X di Ma’had Tahfizhul Qur’an As-Surkati Salatiga), dan Aira (kelas VII di SMP Tahfizul Qur’an Pangeran Diponegoro Semarang) ini tampaknya tak sabar menjawab tuntutan pelayanan sebuah rumah sakit saat ini. Atas keprihatinan ini, Nurkholis yang telah mengabdikan dirinya dua puluh tahun di RSDA lantas berupaya menciptakan inovasi IMPORTANT (Informasi Tempat Tidur, Pengorganisasian, dan Kinerja Ruang Perawatan Terintegrasi).
Berawal dari sistem sederhana yang dibuat pada tahun 2022 menggunakan spreadsheet, cukup membantu akurasi ketersediaan tempat tidur di ruang rawat inap. Belum puas dengan capaian sistem sederhana, Nurkholis mengembangkan IMPORTANT menggunakan teknologi informasi digital berbasis website dengan dibantu ahli IT.
Aplikasi yang menyajikan data terinteroperabilitas dengan SIMRS dan terintegrasi dalam RME berhasil diciptakan oleh Nurkholis, dan manfaatnya bisa dirasakan oleh rumah sakit untuk mempercepat pelayanan pasien. Semua data yang terinput dalam RME dan SIMRS menjadi data dasar ketersediaan tempat tidur secara realtime, terintegrasi dengan data hunian rumah sakit, dan ter-bridging dengan aplikasi mobile JKN.
”Saya memang bukan ahli IT, tetapi melihat pencatatan manual dan adanya kesenjangan akurasi tempat tidur yang terhubung di mobile JKN, menjadi tergugah untuk menciptakan inovasi IMPORTANT. Alhamdulillah saat ini aplikasi ini sudah dikembangkan, baik secara isi maupun kemudahan akses. Selain akses melalui website juga sudah bisa diakses melalui smartphone, sehingga lebih mudah, cepat, akurat, dan murah.
Data yang tersaji terinteroperabilitas dengan SIMRS dan terintegrasi dalam Rekam Medis Elektronik (RME) rawat inap secara realtime” ujar Nurkholis.
Nurkholis yang juga Dosen Pembimbing Klinik RUSD Tugurejo (sekarang RSUD dr Adyatma MPH) sejak 2005 ini menyebutkan dampak signifikan dari inovasi IMPORTANT. Hasil yang didapatkan antara lain: tidak terjadi kesenjangan akurasi tempat tidur rumah sakit dengan aplikasi mobile JKN, Efektifitas komunikasi antarpetugas dalam pencarian kamar (miskomunikasi dan komplain turun), terjadi penghematan biaya cetak buku manual serta pengorganisasian dan kinerja ruang perawatan menjadi lebih efektif.
“Dampak langsung dari inovasi ini, manajemen rumah sakit semakin mudah melakukan pemantauan, bisa melalui smartphone saat di rumah, dimanapun, dan kapanpun. Program ini membantu rumah sakit mengoptimalkan pemanfaatan tempat tidur, mengurangi waktu tunggu pasien, dan meningkatkan efisiensi operasional, sehingga memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien”, katanya.
“Alhamdulillah beberapa rumah sakit lain di Semarang dan luar Semarang sudah banyak yang melirik baik secara formal maupun informal untuk mereplikasi inovasi IMPORTANT. Bismillah… tetep semangat menebar kebaikan untuk kemanfaatan bersama” pungkasnya.
Nurkholis juga terus mengembangkan dan menggarap inovasi-inovasi lain tidak hanya di area keperawatan saja. Saat ini juga sedang intens bersama manajemen rumah sakit dalam memperbaiki sistem klem keuangan dengan membangun sistem berbasis aplikasi. St


