Buntut Ibu-Ibu PKK Keracunan Makanan, 30 Orang Diperiksa Saksi, Polisi: Hasil Sampel Negatif Boraks

Ilustrasi. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Polisi terus mendalami kasus keracunan massal yang terjadi di Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candi, Kota Semarang, pada Minggu (2/6/2024) lalu. Total 30 orang diperiksa keterangan saksi termasuk pemilik katering.

“Sudah diperiksa semua korban termasuk pemilik catering,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Andika Dharma Sena, Kamis (20/6).

Meski sudah memeriksa saksi 30 orang saksi, namun pihak kepolisian belum menetapkan tersangka. Namun, pihaknya telah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) untuk memeriksa bahan baku untuk mengetahui kandungan apa yang terdapat di dalam makanan yang dihidangkan.

“Kita periksa sampel lima buah bakso dan lima buah mie keling. Hasilnya negatif boraks dan formalin. Sedangkan barang bukti lainnya seperti mi, cokelat pisang, telur gulung belum keluar hasilnya,” ujarnya.

Baca juga: Jateng Dapat 4.350 Pompa Air, Presiden Pantau Langsung

Tiga barang bukti makanan yang belum keluar hasilnya itu harus menunggu basi terlebih dahulu. Itulah yang menjadikan pihaknya sampai sekarang belum bisa menyimpulkan penyebab keracunan massal karena kelalaian atau masalah lainnya. “Hasilnya nanti kita sampaikan kembali. Karena anak pemilik catering juga alami keracunan dan dirawat sudah sembuh,” ujarnya.

Sebelumnya puluhan ibu-ibu di Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), mengalami keracunan massal, Minggu (2/6/2024). Ibu-ibu Arisan di Semarang Keracunan, 20 Orang Masuk Rumah Sakit Dugaan menguat karena mereka keracunan setelah mengonsumsi makanan yang disediakan pelaku jasa boga atau katering dalam kegiatan PKK. Mereka yang berjumlah 20 orang itu mengalami muntah-muntah hingga demam tinggi dan dilarikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Roemani Semarang. adri-she

 

Share This Article
Exit mobile version