Bupati Eisti’anah Gandeng Gus Bad Maju Pilkada Demak 2024

dr Hj Eisti'anah SE didampingi suami, dr HM Zaky Ma'ardi dan KH Muhammad Badruddin saat menyerahkan potongan tumpeng kepada ibunda tercinta, Hj Nur Halimah, menandai didapatnya restu dan selamatan Posko Kemenangan Eisti - Gus Bad untuk Pilkada Demak 2024. Foto : sari jati

DEMAK (Jatengdaily.com)– Pertanyaan soal sosok yang akan mendampingi dr Hj Eisti’anah SE pada Pilkada Demak 2024 terjawab sudah, Minggu (25/08/2024). Meski belum resmi diumumkan, namun kehadiran KH Muhammad Badruddin atau sering disapa Gus Bad pada acara selamatan Posko Kemenangan, berikut baliho besar bergambar dirinya bersanding dengan calon petahana itu cukup menjawab teka-teki tersebut.

Pada acara Selamatan Posko Kemenangan Eisti – Gus Bad di Jalan Stasiun Demak, Eisti’anah yang kini masih menjabat sebagai Bupati Demak itu menyampaikan, pilihan jatuh pada Gus Bad karena dirinya sebagai seorang nasionalis ingin bisa bersanding dengan tokoh ulama, saat kembali maju pada Pilkada Demak yang diagendakan pada 27 November 2024. Sebagaimana Kabupaten Demak yang masyur sebagai daerah religius.

“Kabupaten Demak itu kan daerah yang religi. Saya sebagai nasionalis ingin bisa bersandingan dengan romo kiai. Salah satu pandangan kami Gus Bad,” ujarnya.

Gus Bad yang putera pendiri Pondok Pesantren Fathul Huda, Desa Sidorejo, Kecamatan Sayung, KH Ma’shum Mahfudzi itu dipandang mampu mendampingi dan mendukung kepemimpinannya di periode mendatang.

Pendapat sama disampaikan HS Fahrudin Bisri Slamet SE, Ketua DPC PDIP Kabupaten Demak, serta H Siswanto SE, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Demak. Menurut pimpinan dua partai besar pengusung Eisti’anah itu, selain dapat diterima semua golongan, Gus Bad memiliki elektabilitas yang bagus.

“Kami yang nasionalis religius memang membutuhkan sosok kiai yang bisa mendukung Bu Eisti untuk memenangkan kembali Pilkada Demak 2024. Gus Bad Insya’Allah pilihan terbaik,” kata FBS, demikian Fahrudin Bisri Slamet biasa disapa.

Begitupun Siswanto menuturkan, Gus Bad relatif bisa diterima banyak kalangan. Sebagaimana Eisti’anah yang tak hanya didukung dari partai politik, namun juga banyak komunitas.

“Gus Bad relatif bisa diterima masyarakat dan kawan-kawan partai. Semakin banyak yang mendukung semakin baik,” ujarnya.

Selain PDIP dan Partai Golkar, sejauh ini Eisti’anah telah mengantongi dukungan dari PAN, PKS dan PSI. Namun demikian dukungan partai disebutkan masih dinamis, dan masih terbuka peluang untuk memberikan dukungan. rie-she

Share This Article
Exit mobile version