Cegah Stunting dan Kematian Ibu Melahirkan, Penerus Negeri Jawa Tengah Gelar Bantu Negeri

Penerus Negeri Jawa Tengah menggelar kegiatan “Bantu Negeri” dalam upaya mewujudkan masyarakat sehat mandiri. Foto: dok

BREBES (Jatengdaily.com)- Penerus Negeri Jawa Tengah menggelar kegiatan “Bantu Negeri” dalam upaya mewujudkan masyarakat sehat mandiri, berupa pencegahan stunting dan penukaran 1 kg sampah di rumah joglo Jalan A. Yani No. 91 Brebes, Sabtu (13/1/2024).

Kegiatan bertajuk “Bantu Negeri” dengan tema “cegah stunting, cegah kematian ibu melahirkan dan menciptakan masyarakat sehat dan mandiri”. Kegiatan dengan dihadiri 250 peserta bermacam lapisan masyarakat mulai Ibu rumah tangga, komunitas pemuda hingga mahasiswa.

Koordinator Penerus Negeri Jawa Tengah, Alfreno Kautsar Ramadhan mengatakan “Penerus Negeri” sebagai penyambung lidah antara masyarakat, pemuda dan pemerintahan terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Pentingnya menjaga linkungan dan pencegahan stunting sebagai langkah awal masyarakat Brebes menjadi roda penggerak untuk mewujudkan cita-cita mulia bangsa,” kata Alfreno Kautsar.

Dia menyebut dengan adanya kegiatan “Bantu Negeri” ini dapat berdampak positif, sekaligus sebagai perwujudan komitmen “Penerus Negeri” dalam menurunkan angka stunting dan mencegah kematian ibu saat melahirkan.

Koordinator Penerus Negeri Brebes, Salsabila Nur Syifa mengatakan dengan diadakannya acara “Bantu Negeri” semoga dapat menciptakan regenerasi pemuda berkualitas baik, berintegritas tinggi dan berkompeten. Sehingga warga brebes dapat menjadi motor pergerakan bangsa, yang dipercaya untuk mewujudkan cita-cita bangsa.

“Saya harap agar acara ini dapat bermanfaat untuk kita semua kedepannya dan bisa untuk memperbaiki tatanan masyarakat serta memberikan impack positif untuk kehidupan kita, kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Sementara Anggota Komisi II DPR RI, H. Agung Widyantoro, S.H., M.S.I. dalam penyampaiannya memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi dan semangat perjuangan “Penerus Negeri Jawa Tengah” yang sudah berkontribusi dalam memajukan bangsa ini.

Menurutnya, “Penerus Negeri” sebagai ujung tombak generasi muda yang memiliki kontribusi besar dalam pembangunan negara harus satu komando memenangkan Prabowo-Gibran sebagai langkah strategis menuju Indonesia yang lebih baik lagi.

Pada sesi pencegahan stunting, Dr. Dewa Taruna Nugraha menyampaikan, pentingnya kecukupan gizi dalam mencegah stunting, dimulai dari pola asuh dan pola asih. Perlunya kesadaran dan edukasi masyarakat mengenai pentingnya gizi sejak dini untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak.

“Jadi butuh adanya akses yang memadai dan pelayanan kesehatan yang berkualitas untuk mendukung anak-anak dalam pertumbuhan dan perkembangannya,” jelasnya.

Dia mengajak semua pihak, terutama dalam dunia pendidikan, untuk aktif dalam memberikan pemahaman dan dukungan terhadap upaya pencegahan stunting.

Di sesi acara diakhiri dengan penukaran 1 kg sampah jadi sembako. Pada sesi ini, peserta diminta untuk mengumpulkan dan memilah sampah untuk kemudian ditukarkan dengan sembilan bahan pokok (sembako) kepada “Penerus Negeri”.

“Penukaran 1 kg sampah jadi sembako tersebut ditujukan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, juga sekaligus menjadi sebuah siklus bahwa sampah yang dikelola dengan baik dapat mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui program “Bantu Negeri” ini, pengurus “Penerus Negeri” Jawa Tengah terus menunjukkan komitmennya untuk Indonesia Maju sebagaimana visi misi paslon 02 Prabowo-Gibran melalui berbagai kegiatan yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat. adri-she

Share This Article
Exit mobile version