in

Dekatkan Layanan Kesehatan bagi Masyarakat, Edy Wuryanto Apresiasi Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Randublatung

Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menghadiri peluncuran layanan JKN-KIS di Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Randublatung.Foto:dok

BLORA (Jatengdaily.com) – Masyarakat Randublatung, Blora layak berbahagia. Sebab kini bertambah rumah sakit yang bisa memberikan layananan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), yakni Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Randublatung.

Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto memberikan selamat atas peluncuran layanan JKN-KIS di Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Randublatung. Ini berarti semakin bertambah fasilitas kesehatan yang dapat melayani peserta BPJS Kesehatan di sekitar Kecamatan Randublatung.

“Ini merupakan bukti layanan kesehatan dapat diakses dengan mudah dan merata. Peserta BPJS Kesehatan di Kecamatan Randublatung memiliki akses terhadap layanan kesehatan dan dijamin oleh BPJS Kesehatan,” ungkapnya.

Hadirnya layanan JKN-KIS di Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Randublatung ini menurut Legislator dari Dapil Jawa Tengah III itu akan menunjang capaian Universal Health Coverage (UHC) di Blora.Saat ini sudah 95,58 persen masayarakat atau 871.779 orang dari 912.162 orang sudah menjadi peserta JKN.

“Fasilitas kesehatan yang melayani JKN makin banyak, masyarakat punya banyak pilihan. Semoga ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,” ungkap Edy.

Politisi PDI Perjuangan ini menyebutkan proses kredensialing yang dilakukan BPJS Kesehatan terhadap mitranya mampu untuk menjamin kualitas pelayanan kesehatan. Sebab sebelum menjadi mitra, fasilitas kesehatan tersebut dilihat apakah memenuhi mutu dan standar untuk memberikan layanan kesehatan.

“Jadi di Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Randublatung ini sudah dianggap memberikan layanan kesehatan yang baik dan bermutu untuk masyarakat,” ucap Edy.

Dengan primanya layanan dengan BPJS Kesehatan yang didukung oleh fasilitas kesehatan, Edy berharap peserta BPJS Kesehatan makin bertambah. Tidak bisa dipungkiri untuk menambah jumlah peserta dan menjaga keaktifannya merupakan pekerjaan sulit.

“Harus ditunjukkan kalau peserta BPJS Kesehatan ketika di rumah sakit tidak dibeda-bedakan. Tetap dapat senyum dari perawat dan dokternya, antrenya tidak lama, dan ruangannya bersih, pasti masyarakat itu senang,” ungkapnya.

Era BPJS Kesehatan ini seharusnya membuat masyarakat tidak takut lagi ke rumah sakit. Sebab merasa aman untuk berobat.

“Yang perlu diingat juga bagi rumah sakit, fungsinya tidak hanya kuratif tapi juga promotif dan preventif,” saran Edy. St

 

Written by Jatengdaily.com

Simak, Begini Cara Sahabat Nabi Mendidik Anak Berpuasa

Unissula Lanjutkan Pengeringan Jalan Kaligawe