Gelar ‘Desak Anies,’ Mahasiswa di Kota Semarang Inginkan Perubahan

Para mahasiswa menyelenggarakan gelaran acara sejenis yang dilakukan Anies Baswedan yakni Desak Anies. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Kedai Noms Kopi yang terletak di Kecamatan Genuk Kota Semarang menjadi saksi para mahasiswa menyelenggarakan gelaran acara sejenis yang dilakukan Anies Baswedan yakni Desak Anies, Selasa (17/1/2024).

Gelaran acara diselenggarakan mahasiswa di Kota Semarang bekerjasama dengan Rumah Pejuang Perubahan bertajuk Talking About dengan mengusung tema What is Change?.

Mahasiswa dari berbagai institusi pendidikan di Kota Semarang ini antusias berkumpul untuk berbincang dan berdiskusi tentang “Apa itu Perubahan?.”

Acara ini menghadirkan salah satu Presidium Dewan Pimpinan Pusat ANIES (Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera), yang juga koordinator Rumah Pejuang Perubahan, Sapto Widodo. Ia memposisikan diri sebagaimana Anies yang didesak oleh para mahasiswa.

Relawan AMIN ini dicecar berbagai pertanyaan tentang tema yang disuguhkan. Diskusi langsung dimulai dengan pertanyaan konsep dasar perubahan. Sapto Widodo mengatakan perubahan itu abadi.

Sapto Widodo mengawalinya dengan memberikan wawasan tentang bagaimana perubahan tidak hanya tak terelakkan, tetapi juga sebuah keharusan untuk pertumbuhan dan perkembangan.

Sementara dalam konteks politik, perubahan yang perlu dilakukan salah satunya adalah dari politik yang sangat bersifat personal menjadi politik sebagai urusan publik dan rasional.

“Jadi mengubah politik yg bersifat personal menjadi masalah publik dan rasional,” tegasnya.

“Keberadaan Relawan ANIES yang sudah muncul sejak tahun 2021 menjadi satu upaya perubahan itu. Dengan jauh-jauh hari disodorkannya kandidat ke publik maka rakyat punya kesempatan sangat luas untuk menilai, membaca rekam jejak hingga mungkin menguliti tokoh yang dimunculkan” ungkap Sapto.

Dengan demikian rakyat bisa menggunakan segala sumber informasi untuk menjadi dasar dukungan yang diberikan. Maka keputusan mendukung atsu tidak bisa lebih rasional. Perbedaan pilihan bisa disikapi dengan ringan seperti perbedaan pilihan di bidang lain. Perbedaan pilihan politik tidak menjadi permasalahan dalam hubungan personal karena tidsk berdasar isu primordial dan emosional. “Sebagaimana ungkapan Anies Baswedan lawan politik adalah kawan berdemokrasi, sehingga tidak ada lawan abadi dalam politik,” ucapnya.

Para mahasiswa aktif terlibat dalam berdiskusi, memberikan ruang bagi pemikiran kritis dan refleksi mengenai perubahan di era politik transaksional ini.

Perbincangan merambah dari hal teknis penulisan visi misi hingga masalah yang lebih substansial seperti etika, penegakan hukum hingga gaya kepemimpinan yang hendak dikembangkan dan diterapkan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.

An’im selaku koordinator acara menyampaikan kegiatan ini untuk memberikan kesempatan mahasiswa yang rata-rata pemilih pemula pada Pilpres 2024 mendapatkan informasi gagasan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden.

“Forum kali ini menghadirkan perwakilan dari Relawan AMIN, sehingga diharapkan para mahasiswa bisa mendapatkan gambaran atas isu perubahan yang dibawa Paslon no 1 ini. Semoga para mahasiswa bisa berkontribusi untuk.perubahan Indonesia lebih baik” lanjutnya.

Sementara salah satu peserta, Adam, mengapresiasi model sosialisasi / kampanye yang dialogis seperti ini. Dengan forum dialog, mahasiswa bisa membedah gagasan bahkan mengkulitinya. “Ini sesuatu yang baru dalam kampanye. Memang semestinya para calon berani bertemu dan berdialog dengan mahasiswa sehingga bisa menyerap asiprasinya. Bahkan bisa jadi aspirasi mahasiswa bisa menjadi bagian dari visi dan misi calon presiden” kata Adam lebih lengkap.

Ternyata, kedai kopi bukan hanya menjadi tempat pertemuan, tetapi juga metafora yang sempurna untuk perubahan. Atmosfer yang santai namun penuh inspirasi menciptakan lingkungan yang cocok untuk menggali pemahaman lebih dalam mengenai konsep perubahan.

Para mahasiswa tidak hanya mendengarkan pandangan Sapto Widodo, tetapi juga berbagi pengalaman dan ide-ide mereka sendiri tentang perubahan.

Diskusi yang hangat dan penuh semangat ini memberikan inspirasi baru bagi para peserta untuk menjadi pejuang perubahan dengan sikap yang positif dan proaktif. she

Share This Article
Exit mobile version