Oleh: Harimurti SST
Statistisi Ahli Muda BPS Kota Tegal
Bulan Agustus 2024 menjadi titik balik perkembangan harga di Kota Tegal, secara umum harga-harga meningkat karena permintaan barang dan jasa meningkat, sehinggga Kota Tegal Inflasi 0,01 Persen.
Angka inflasi Agustus ini terjadi karena meningkatnya harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus dalam suatu perekonomian selama periode waktu tertentu.
Ini berarti daya beli uang menurun, karena dengan jumlah uang yang sama membeli lebih sedikit barang dan jasa dibandingkan sebelumnya. Inflasi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti peningkatan biaya produksi, permintaan yang tinggi, atau kebijakan moneter.
Kebijakan moneter Pada Agustus 2024 secara umum yaitu Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 6,25% serta suku bunga Deposit Facility sebesar 5,50% dan Lending Facility sebesar 7,00%. Keputusan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi agar tetap berada dalam sasaran 2,5±1% pada 2024 dan 2025.
Selain itu, BI juga terus memperkuat kebijakan moneter dengan berbagai langkah seperti menjaga likuiditas perbankan, memperluas akseptasi digital melalui QRIS, dan memperkuat kerja sama internasional.
Kelompok Pengeluaran yang menyebabkan inflasi di Kota Tegal pada Agustus 2024 ini adalah Kesehatan dengan inflasi kelompok ini 0,01 persen, Transportasi dengan inflasi kelompok ini 0,03 persen, pendidikan dengan inflasi kelompok ini 0,01 persen, Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran dengan inflasi kelompok ini 0,01 persen.
Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya dengan inflasi kelompok ini 0,02 persen, sedangkan Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan serta Rekreasi, Olahraga, dan Budaya stagnan.
Sedangkan Penahan Inflasi Kota Tegal Agustus 2024 adalah kelompok pengeluaran Makanan, Minuman, dan Tembakau demgan deflasi 0,07 persen.
Sementara komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m pada Agustus 2024, antara lain: kopi bubuk, bensin, Sigaret Putih Mesin (SPM),sepeda motor, emas perhiasan, minyak goreng, susu cair kemasan, cabai merah, ketimun, jamu, salak, bawang putih, beras, uang sekolah SMA (Sekolah Menengah Atas), dan pelumas/oli mesin.
Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan terhadap deflasi m-to-m, antara lain: bawang merah, daging ayam ras, telur ayam ras, jeruk, mobil, daun bawang, pepaya, semangka, tariff kendaraan roda 4 online, dan susu bubuk untuk balita.
Kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau pada Agustus 2024 memberikan andil/sumbangan terhadap deflasi m-to-m sebesar 0,07 persen.
Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan terhadap deflasi m-to-m, yaitu: bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras memiliki andil deflasi yang relatif sama yaitu masing-masing sebesar sebesar 0,04 persen; jeruk sebesar 0,03 persen; daun bawang, pepaya, semangka, dan susu bubuk untuk balita relatif memiliki andil deflasi yang sama yaitu masing-masing sebesar 0,01 persen.
Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m pada kelompok ini, yaitu : kopi bubuk sebesar 0,06 persen; Sigaret Putih Mesin (SPM) sebesar 0,02 persen; minyka goreng, susu cair kemasan, cabai merha, ketimun, salak, bawang putih, dan beras memiliki andil yang relatif sama yaitu masing-masing sebesar 0,01 persen.
Inflasi yang terjadi pada Bulan Agustus 2024 di Kota Tegal bertepatan Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-79, yang erat kaitannya dengan perayaan yang membutuhkan berbagai kebutuhan yang bertambah. Bisa juga sebagai penanda meningkatnya belanja masyarakat yang wajar.Jatengdaily.com-St
