Pagi Ini Puncak HAB Ke-78 Kemenag, Semalam Kanwil Jateng Gelar Doa Bersama, Baca Puisi dan Bantu Rp8,3 M untuk Palestina

Untaian Doa dan Puisi untuk Palestina bersama tokoh lintas agama di Kompleks Klenteng Agung Sam Poo Kong, Jl Simongan N 129 Bongsari, Semarang Barat, Kota Semarang, Selasa malam. Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Memperingati Hari Amal Bakti (HAB) Ke-78 Kemenag RI, berbagai kegiatan digelar Kanwil Kemenag Jateng. Di antaranya  Untaian Doa dan Puisi untuk Palestina bersama tokoh lintas agama di Kompleks Klenteng Agung Sam Poo Kong, Jl Simongan N 129 Bongsari, Semarang Barat, Kota Semarang, Selasa malam.

Sedangkan puncak HAB ke-78 Kemenag RI tahun 2024 Bertema Indonesia Hebat Bersama Umat, tingkat Jateng digelar Rabu, 3 Januari 2024, pukul 07.00 WIB di Komplek Islamic Center, Manyaran Kota Semarang.

Acara Untaian Doa dan Puisi untuk Palestina tadi dibuka oleh Kakanwil Kemenag Jateng H Musta’in Ahmad SH MH, dilanjut dengan pembacaan puisi serta doa uang disamapikan para tokoh agama secara bergiliran.

Pada kesempatan itu, Kanwil Kemenag Jateng jug menyerahkan bantuan berupa uang secara simbolis sebesar Rp8,3 M untuk warga Palestina.
Dana tersebut dikumpulkan dari para ASN di lingkungan Kanwil Kemenag Jateng yang telah memberikan secara sukarela dan Ikhlas.

Pembacan puisi dilakukan oleh tokoh ormas, yakni Katib PWNU Jateng KH Munib Abdul Muchit, tampil sebagai pembaca puisi pertama, kemudian dilanjutkan oleh Ketua PW Muhammadiyah Jateng, DR KH Tafsir MAg..

Kedua puisi yang dibacakan Kiai Munib dan Kiai Tafsir sama-sama mengecam kebiadaban Bangsa Israel yang sudah hilang rasa kemanusiaannya membombadir Jalur Gaza, membunuh rakyat Palestina yang tinggal di kawasan itu yang notabene tidak ikut dalam peperangan. Nyawa ayah, ibu, anak, nenek, kakek, dan saudara-saudara keluarga di Jalur Gaza, seolah tidak ada artinya bagi tentara Zionis.

Puisi yang dibaca Kiai Tafsir adalah karangan sendiri yang dibuat selama 30 menit, pada Selasa sore atau sekitar 2 jam sebelum dibacakan.

Kakanwil Kemenag Musta’in Ahmad dalam sambutannya mengatakan untaian doa dan puisi kini menjadi spirit bagi pertumbuhan perkembangan kemajuan bangsa, sekaligus dalam waktu yang sama yang dihadapi oleh bangsa dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Kasus-kasus sosial yang muncul dengan agama bisa terselesaikan melalui dialog dialog yang baik. Program-program pemerintah program nasional yang dihadirkan untuk segera menyambut Indonesia merdeka yang bersatu berdaulat adil dan makmur.

“Itu program-program nasional berjalan dengan baik lancar dan sukses. Kita bersyukur dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila di mana sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa menginspirasi sila-sila berikutnya. Kehidupan kita berjalan dengan damai rukun dan harmonis,” katanya.

Musta’in Ahmad menjelaskan betapa kita tidak bisa menghitung berapa jumlah nikmat yang telah diberikan Allah SWT, Tuhan YME, yakni k=nikmat kemerdekaan.

“Belum semua bangsa di dunia ini menikmati suasana kemerdekaan yang damai dan rukun sebagaimana Bangsa Indonesia.”

Tentu, lanjut Musta’in, yang terjadi di Palestina yang paling utama bagi kita sekalian adalah nilai-nilai dasar dari kemerdekaan bangsa kita. Bahwa, sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak setiap bangsa. Kemerdekaan itu hak setiap anak bangsa, termasuk Palestina yang belum sepenuhnya merdeka.

“Kita jadi tahu betapa ada konflik-konflik sosial politik bahkan berbalut agama yang kemudian menghiasi perjalanan saudara kita, Bangsa Palestina. Di saat kita mensyukuri karunia bagi kita bangsa Indonesia, kita berdoa untuk saudara-saudara kita di Palsetina, mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa Ta’ala Tuhan YME mencurahkan pertolongan dan kasih sayangnya saudara-saudara kita di Palestina,” jelasnya.

Sebab, Bangsa Palestina juga ingin menikmati suasana yang damai, suasana yang rukun membangun kesejahteraan bangsanya untuk bersama-sama dengan bangsa di seantero dunia ini duduk sama rendah berdiri sama tinggi sejajar dalam membangun masa depan yang gemilang.

“Mengapa di HAB Ke-78 ini ada tarian sufi, pantun, gurindam, dan puisi, karena kita ingin membangun kelembutan. Sebagai bangsa santun yang beragama kita langitkan doa kepada Allah SWT Tuhan YME yang dipimpin oleh para pimpinan di bidang agama yang ada di Jawa Tengah ini untuk memohon agar niat kita bersama ikhtiar, usaha kita bersama, mendapatkan ridho pertolongan dan dimudahkan oleh Allah SWT.

Adapun pembacaan doa bersama lintas agama disampaikan oleh 6 tokoh agama yang secara bergantian.

Mereka adalah:

Matakin Jateng : WS. Andi Gunawan
Buddha Vihara Tanah Putih: Romo Anggadamo Warto
PHDI : Pinandita Muhadi
Kevikepan Semarang : Romo Ambrosius Heri Krismawanto, PR.
PGIW Jateng : Pendeta Yosua Wardaya, PW Muhammadiyah Dr H Tafsir
MUI Jateng: DR. KH. Multazam Ahmad.St

Share This Article
Exit mobile version